Loading...

Senin, 25 Juli 2016

loading...

Ini Penyebab Masih Sulitnya Penyaluran Arus Listrik Dibeberapa Daerah Provinsi Sumsel

    Senin, Juli 25, 2016   No comments

Gardu Induk Listrik (Ilustrasi/Ist)
PALEMBANG-SUMSEL, SriwijayaAktual.com - Masih sulitnya penyaluran aliran listrik ke sejumlah daerah terutama pada kabupaten yang baru berkembang disebabkan belum adanya gardu induk di empat kabupaten yang masih berkembang. Empat kabupaten tersebut yakni Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Empat Lawang, Ogan Komering Ulu Selatan, dan Musi Rawas Utara.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sumsel Robert Heri mengatakan, keberadaan gardu induk di empat kabupaten itu sangat mendesak mengingat kebutuhan listrik yang terus meningkat.

Dirinya menjelaskan, kapasitas listrik di Sumsel sebenarnya tidak memiliki masalah karena dari pembangkit yang ada sudah menghasilkan cadangan listrik sekitar lebih dari 500 megawatt (MW) yang didistribusikan ke beberapa provinsi lain seperti Lampung, Bengkulu, Jambi.

“Namun yang menjadi masalah adalah sistem kelistrikan yang masih kurang andal. Gardu induk dan transmisi masih kurang. Oleh karena itu, pemerintah akan terus membantu peningkatan sistem tersebut terutama dalam hal penyediaan lahan,” ujarnya, seperti dikutip Beritapagi (25/7/2016).

Sementara itu, General Manager PT PLN Wilayah Sumsel, Jambi, Bengkulu (WS2JB) Budi Pangestu mengatakan, selama ini pasokan listrik keempat kabupaten tersebut di salurkan dari gardu induk kabupaten terdekat.

“Seperti untuk kabupaten Empat Lawang masih mengandalkan aliran listrik dari gardu induk di Lubuklinggau dan Kabupaten PALI juga masih mengandalkan gardu induk yang ada di wilayah Muaraenim. Padahal idealnya, satu gardu induk mencakup area seluas 30 kilometer,” tuturnya.

Dalam dua tahun kedepan, pihaknya merencanakan akan menambah delapan gardu induk baru untuk mengisi kekosongan gardu induk di kabupaten tersebut. Pihaknya menargetkan satu kabupaten setidaknya memiliki satu gardu induk.

Jika satu gardu induk menangani cakupan yang terlalu luas, dirinya berujar, dikhawatirkan saat gardu induk tersebut mengalami masalah akan lebih banyak warga yang terdampak.

Budi menjelaskan, ada beberapa hal yang menjadi penyebab keempat kabupaten ini berlum mendapatkan gardu induk yakni kebutuhan beban yang dinilai masih dapat ditampung dengan gardu induk yang sudah ada, dan biaya investasi gardu induk yang cukup besar sehingga dibutuhkan perencanaan sebelumnya.

Satu gardu induk setidaknya dibutuhkan investasi sekitar Rp 100 miliar. Walau demikian, pembangunan gardu induk sangat diperlukan karena kebutuhan listrik yang semakin besar dan juga target pelanggan baru yang harus dipenuhi.

Dalam dua tahun kedepan, pihaknya akan membangun delapan gardu induk masing-masing berkapasitas 60 mega volt ampere yang akan disebar untuk mengisi daerah yang belum memiliki gardu induk dan menambah gardu induk di daerah yang membutuhkan tambahan kapasitas aliran listrik.

“Sebenarnya  pertumbuhan konsumsi listrik di Sumsel belum setinggi di provinsi lain di wilayah Sumatera. Tapi persiapan infrastruktur untuk penyaluran aliran listrik sangat dibutuhkan agar tingkat rasio elektrisitas dapat ditingkatkan dari tahun ke tahun,” jelasnya.

Per Mei 2016, pertumbuhan konsumsi listrik di Sumsel sekitar 3.055.847 Kwh (kilowatt hour)  meningkat 5,8 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar 2.887.460 Kwh. Berbeda dengan di wilayah utara sumatera seperti Sumatera Utara yang kebutuhan energinya sebesar 8,1 persen ataupun Aceh yakni mencapai 14,3 persen.

Selain itu, Manager Perencanaan PT.PLN WS2JB Abdul Mukhlis mengungkapkan, ada beberapa kendala dalam pembangunan gardu induk ataupun transmisi antara lain belum tuntasnya proses pembebasan lahan. Walau demikian koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan untuk mempercepat proses pengadaan lahan tersebut.

”Saat ini pembangunan transmisi ini masih on progres. Hanya saja kendala yang ditemui masih seputar kesiapan lahan. Masih banyak masyarakat yang enggan membebaskan lahannya. Baik itu karena masyarakat yang tidak mau bebaskan lahan, pembayaran tak sesuai dan sengketa lahan. Karena itu sangat diharapkan adanya bantuan dan perhatian dari masyarakat ini. Kalau tidak segera dibangun transmisi listrik ini, maka penyaluran listrik bisa terganggu,” jelasnya.(*).
loading...

About Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
loading...