Loading...

Jumat, 15 Juli 2016

loading...

Ini Upaya Menteri ESDM Agar Proyek Migas di Natuna Tak Mandek

    Jumat, Juli 15, 2016   No comments

Sudirman Said (Ist) 


JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Menteri ESDM, Sudirman Said, mempertimbangkan untuk mengubah ketentuan bagi hasil migas. Tujuannya agar proyek-proyek migas di perairan Natuna tak mandek.

Bagian pemerintah dalam bagi hasil migas bisa dikurangi, sebaliknya bagian untuk kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang mengelola blok-blok migas diperbesar. Sehingga investasi migas di Natuna menjadi ekonomis di tengah rendahnya harga minyak.

Terobosan diperlukan, karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan potensi migas di di Natuna segera dikembangkan untukmenegaskan kedaulatan Indonesia. Perairan Natuna diklaim oleh China sebagai wilayah penangkapan tradisional nelayan mereka. Dengan argumen ini, China membela nelayan-nelayannya yang mencuri ikan dan melanggar kedaulatan Indonesia.

"Kalau pemerintah berkorban untuk kepentingan yang lebih besar, itu sudah sering kita lakukan. Seperti dynamic split di Blok Mahakam, itu contohnya. Jadi langkah itu kalau diperlukan, pemerintah pasti mempertimbangkan. Pada kasus Natuna tentu akan ada pendalaman," kata Sudirman Said, saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (15/7/2016).

Pihaknya masih terus mengkaji bagaimana supaya kegiatan eksplorasi dan produksi migas di Natuna tetap bergairah di tengah situasi rendahnya harga minyak.

"Sedang dicari berbagai skenario, kemungkinan-kemungkinan untuk percepatan pengembangan. Kita menyadari situasi migas tidak terlalu menggembirakan dari segi harga. Tapi akan dicari cara bagaimana mempercepat development di Natuna. Yang produksi dijaga kelangsungannya, yang eksplorasi terus dilakukan. Semakin banyak pembangunan di bidang migas di Natuna makin baik buat Indonesia," ucapnya.

Tapi Sudirman menambahkan, proyek migas yang mandek tidak hanya di Natuna saja. Semua KKKS mengalami masalah akibat jatuhnya harga minyak dalam 2 tahun terakhir. Maka kebijakan yang akan dibuat, misalnya pengurangan bagian bagian pemerintah, tidak hanya berlaku khusus untuk blok-blok di Natuna, tapi untuk membantu seluruh industri hulu migas di tanah air.

"Aturan keseluruhan sedang ditata untuk menggairahkan sektor hulu migas. Ini kaitannya untuk hulu keseluruhan, tidak berlaku khusus bagi blok-blok di Natuna. Secara keseluruhan hulu memang dalam tekanan berat, karena itu perlu dilakukan terobosan-terobosan. Tapi tidak bisa spesifik untuk proyek tertentu, harus untuk seluruh industri," tutupnya. (Adm).

Sumber, detikfinance
loading...

About Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
loading...