Loading...

Rabu, 13 Juli 2016

loading...

Kendaraan Dilarang Masuk ke Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Ini Tanggapan Warga...

    Rabu, Juli 13, 2016   No comments

Loading...
Jalan masuk BKB ditutup (12/7/2016/Istimewa)
PALEMBANG, SriwijayaAktual.com - Dinas Perhubungan Kota Palembang dan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palembang akhirnya menutup secara resmi jalan menuju Benteng Kuto Besak (BKB) bagi masyarakat umum.
Penutupan jalan ini berlaku Selasa (12/7) selama 24 jam. Kawasan ini langsung ditutup dengan pembatas jalan dan tanda dilarang masuk, serta dijaga petugas yang menghalau setiap kendaraan roda dua dan empat yang akan lewat.
Dishub bekerja sama dengan Pol PP  dibantu Sat Lantas Polresta Palembang juga bersiaga untuk mengamankan rekayasa jalur kendaraan yang dialihkan ke rute yang sudah ditunjuk.
Untuk rute angkutan umum (angkot) akan dialihkan ke jalan-jalan sesuai trayeknya, antara lain rute Ampera-Bukit Besar, Ampera-Perumnas, Ampera-Tangga Buntung, dan Ampera Pakjo wajib melalui ruas jalan dari arah Ampera ke jalan Rumah Bari-Bekangdam II Sriwijaya – Jalan Sekanak kembali ke Jalan Merdeka (berputar di belakang kantor WalikotaPalembang).
Sedangkan untuk trayek Ampera -Plaju, Ampera-Karya Jaya, dan Ampera-Pasar Induk wajib melalui ruas jalan dari arah jembatan Ampera turun-Jalan Nusa Indah-Terminal Ampera-Bawah Jembatan Ampera-Jalan Tengkuruk selanjutnya kembali naik ke atas Jembatan Ampera (berputar di bawah Jembatan Ampera).
Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang Sulaiman Amin mengatakan, jalan akan dialihkan ke tempat lain. Menurutnya, penutupan rekayasa arus lalulintas berdasarkan surat edaran menindaklanjuti keputusan Walikota Nomor 51/2011 tanggal 14 Februari 2011 tentang Penetapan Kawasan Bermotor dan Lokasi Jalur Khusus Sepeda serta mewujudkan jalan Palembang Darussalam atau kawasan wisata Benteng Kuto Besak (BKB).
“Untuk angkutan umum akan dialihkan ke jalan sesuai trayek misalnya Ampera-Bukit Besar, Ampera-Tangga Buntung, Ampera- Perumnas akan melalui ruas jalan dari arah Ampera ke jalan Rumah Bari-Bekangdam II Sriwijaya- Jalan Sekanak kembali ke Jalan  Merdeka atau berputar di belakang kantor Walikota Palembang,” katanya Selasa (12/7).
Untuk rute angkutan lainnya seperti Ampera-Plaju, Ampera -Karya Jaya dan Ampera-Pasar Induk akan melalui ruas jalan dari Ampera turun ke Jalan Nusa Indah-Terminal Ampera-Bawah Jembatan Ampera- Jalan Tengkuruk selanjutnya kembali naik ke atas jembatan Ampera atau berputar di bawah jembatan Ampera.
Ia menambahkan, penutupan tersebut juga merupakan program dari Pemko Palembang agar BKB steril dari kendaraan dan pedagang, karena areal ini dikhususkan untuk menjadi lokasi wisata kota Palembang. Untuk itu, Dishub melakukan rekayasa rute baru bagi angkutan umum. Sedangkan untuk para pedagang serta parkir kendaraan akan dialihkan ke bawah Ampera dan seputaran Pasar 16 Ilir.
Menurutnya, penutupan Jalan Darusalam ini pun dikarenakan adanya pekerjaan pembuatan taman dan pembangunan Tugu Belido di pelataran BKB. Pihaknya dibantu Satuan Polisi Pamong Praja dan kepolisian untuk penutupan areal BKB sehingga ke depan tidak ada lagi kendaraan yang parkir serta pedagang yang berjualan di sini.
“Dari Dishub Kota Palembang kita menurunkan 60 personel untuk penutupan areal BKB dan juga untuk melakukan rekayasa rute baru angkutan umum. Kita juga sudah mengedarkan surat edaran kepada sopir angkot sekaligus kita sosialisasikan rute baru yang akan dilewati. Untuk masyarakat yang ingin mengunjungi BKB, kendaraannya bisa diparkir di samping kantor walikota dan di bawah Ampera. Jadi tidak ada satu pun kendaraan yang parkir di BKB ke depannya,” katanya.
Kepala Satuan Pol PP kota Palembang Tatang Duka Direja menuturkan, untuk pedagang akan dipindahkan ke Pasar 16 Ilir, jadi BKB khusus untuk wisata. Pihaknya pun menurunkan 30 orang personel Pol PP untuk membantu penertiban areal BKB. Akan ada tiga shift, pagi, sore, dan malam selama tiga bulan untuk sementara ini, setelah itu akan dilakukan evaluasi.
“Kita sudah berkolaborasi berdasarkan arahan walikota untuk penertiban di BKB, sasaran kita adalah kendaraan yang nekat parkir dan memasuki areal BKB serta pedagang yang berjualan di sini. Dalam waktu dekat akan kita arahkan ke Pasar 16 Ilir di bawah arahan PD Pasar dan Disperindagkop. Kalau pedagang masih nekat, kita akan angkut karena mereka karena tidak mendukung dan mencintai Kota Palembang,” jelas Tatang.
Sementara itu, Kepala Bagian Operasional Polres Palembang Kompol Andi Kumara mengungkapkan jika pihaknya mendukung penuh kebijakan Walikota Palembang.
“Untuk personelnya masih dirapatkan kebutuhannya berapa banyak. Berapa pun kita siapkan untuk mengamankan BKB. Kita sangat mendukung karena dengan terpusatnya keramaian dan areal parkir maka akan mempermudah Kepolisian untuk memantau dan menjaga keamanannya,” kata Andi.
Dilanjutkan Andi, pihaknya juga sudah menyiapkan satu mobil patroli yang siap siaga selama 24 jam di areal BKB untuk memantau. “Mobil ini sudah stand by selama seminggu terakhir. Selama 24 jam seharinya. Selama ini yang terjun ke areal BKB hanya tim UKL (Unit Kerja Lengkap) yang artinya tidak ada mobil patroli tapi mereka tetap memantau di sini untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di BKB,” katanya.
Satuan Lalulintas Polresta Palembang menyebut sudah ada koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang terkait penutupan akses jalan ke BKB.
“Tadi pagi (kemarin-red) Dishub Kota Palembang sudah koordinasi masalah itu dengan kita. Jadi kendaraan roda dua maupun roda empat tak boleh lagi melintas di sana,” ujar Kasat Lantas Polresta Palembang Kompol Benny Prasetya, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (12/7).
Dengan penutupan yang berlaku selama 24 jam ini, menurut Benny, bakal terjadi penumpukan kendaraan baik roda dua maupun empat, misalnya di Jalan Merdeka Palembang, terutama pada siang hari.
“Siang hari kendaraan bakal menumpuk di beberapa titik. Untuk itu, di beberapa titik yang akan terjadi penumpukan, selain menempatkan anggota Sat Lantas Polresta Palembang, akan koordinasi untuk menurunkan personel dari Dishub dan Sat Pol PP,” tukasnya.
Salah satu warga pengguna jalan di BKB, Grees Selly menyesalkan penutupan jalan ke arah BKB. “Peraturan Walikota tersebut agak kurang memperhatikan aspek sosial masyarakat. BKB sebagai ikon Kota Palembang bukan berarti harus ditutup akses masyarakat untuk menikmatinya, tetapi ditertibkan,” katanya.
Contohnya menurut Grees Selly, bagi masyarakat yang ingin berwisata ke BKB diperkenankan tapi kendaraan yang digunakan oleh pengunjung disediakan tempat parkir khusus guna menjaga kenyamanan suasana wisata BKB.
“Yang patut digarisbawahi adalah seputaran kantor walikota, BKB, dan Pasar 16 Ilir sejak dulu menggunakan akses jalan yang melalui BKB, sehingga perlu kajian lebih luas terhadap Perwali yang dibuat agar tidak terkesan dadakan. Dan, peraturan yang sudah dibuat oleh pemerintah tidak dapat dianulir begitu saja tanpa melalui mekanisme hukum untuk pembatalannya,” katanya.
Ferli, warga Jakabaring, mengaku kecewa dengan penutupan itu karena tidak ada sosialisasi sebelumnya. Sehingga warga yang melintasi BKB terjebak macet. “Harusnya pihak terkait melakukan sosialisasi. Sehingga warga bisa mengantisipasi tidak lewat jalan tersebut. Apalagi saat ini kondisi sudah macet akibat LRT,” ujarnya.
Menurut dia, warga dari Seberang Ulu melintasi BKB untuk menghindari kemacetan. Dengan ditutupnya BKB, warga kesulitan mencari jalan alternatif.
Sedangkan Sidik, pedagang aksesoris mengaku langsung mengemasi barang setelah ada larangan berjualan oleh Pol PP. “Informasinya, pedagang tidak boleh beraktivitas karena akan ada renovasi pelataran BKB,” katanya.
Sebelumnya, Senin malam (11/7), Walikota Palembang Harnojoyo bersama jajaran melakukan inspeksi mendadak (sidak). Hal ini tidak lain upaya pemerintah menjadikan BKB lebih tertib dan indah.
“Penertiban pedagang dan parkir kendaraan ini sesuai dengan kesepakatan bersama untuk keindahan BKB yang menjadi ikon wisata Kota Palembang,” kata Harnojoyo.
Dari hasil sidak yang juga diikuti jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemko Palembang, orang nomor satu ini masih menemukan parkir liar yang menempati sepanjang jalan BKB. “Nanti mulai malam ini, tidak ada lagi parkir kendaraan di BKB,” jelasnya.
Politisi Partai Demokrat tersebut menambahkan, pihaknya telah mempersiapkan ruang khusus untuk pedagang kakilima dan parkir kendaraan. Nanti pedagang kuliner akan ditempatkan di Pasar 16 Ilir pada malam hari dan parkir kendaraan bisa menggunakan bawah Ampera. Dengan begitu, sepanjang kawasan mulai BKB hingga Pasar 16 akan lebih hidup di malam hari,” katanya.
Namun ada pengecualian bagi kendaran yang boleh melintas di BKB. Kendaraan siapa itu? Kata Harnojoyo yakni kendaraan operasional Dinas Kebersihan dan Keindahan (DKK) dan kendaran operasional milik Dinas Penerangan Lampu Jalan, Taman dan Pemakaman.
“Karena mereka akan menjalankan tugasnya untuk mengangkut sampah dan menjaga kebersihan kawasan BKB tersebut,” katanya. (O rio/osk/BP/Adm)
"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...