Loading...

Minggu, 10 Juli 2016

loading...

Komisioner KPU Bantah Nyanyian Politisi Golkar, Ada Apakah Gerangan?

    Minggu, Juli 10, 2016   No comments

Almarhum Husni Kamil Manik (Istimewa)
JAKARTA,  SriwijayaAktual.com - Komisioner KPU membantah 'nyanyian' politisi Golkar, Ali Ngabalin yang minta autopsi terhadap jazad almarhum HKM. Mereka menepis dugaan Ngabalin yang menilai kematian HKM tidak wajar.
"S‎aya lihat mukanya bersih tidak seperti yang diposting berbagai media sosial. ‎Kami semua komisoner tidak melihat seperti itu," kata Hadar Nafis Gumay, salah seorang Komisioner KPU di Jakarta, Sabtu (09/07/2016).
Hadar Gumay mengatakan hal itu menanggapi postingan wajah HKM oleh Ali Ngabalin di akun facebooknya yang menghebohkan media sosial. Ngabalin memposting wajah HKM yang penuh bintik-bintik sehingga menilai kematian Ketua KPU itu dinilai tidak wajar.

Bahkan Ngabalin mendesak dilakukannya autopsi atas jenasah Ketua KPU itu untuk mengungkap misteri kematiannya. Inilah yang membikin media sosial makin heboh. Apalagi beredar pula postingan atas kekisruhan data KPU pada Pilpres 2014.
Namun demikian, Hadar mempersilahkan jika ada desakan untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah HKM. Tentunya, lanjut dia, dengan seizin keluarga. Sebab, hal itu sudah bukan wilayah kewenangan KPU.
"Itu bukan urusan komisioner lagi. Tapi urusan keluarga Pak Husni. Jika keluarga mengizinkan untuk dilakukan autopsi, silahkan saja," papar dia. 
Sementara itu, komisioner KPU lainnya yakni Ferry Kurnia Rizkiyansyah saat dikonfirmasi dengan pertanyaan serupa juga senada dengan Hadar. Ferry memastikan wajah jenazah HKM bersih setelah dimandikan.

‎"Mungkin (foto itu) sebelum dimandikan. Sudah dimandikan bersih," kata dia. 
Ngabalin mencurigai jenazah Ketua KPU HKM yang mengalami perubahan. Ia mengaku pernah melihat wajah jenazah yang ‎menguning namun penuh dengan bercak merah‎ menandakan pembulu darah pecah seperti Husni. 
Setelah diotopsi, kata dia, ‎ternyata jenazah yang dilihat sebelumnya meninggal karena diracun. ‎ 
Karenanya, pria kelahiran Fakfak, Papua Barat itu meminta agar jenazah Husni lebih baik diotopsi untuk membuktikan kecurigaannya. ‎ 
"Atas nama demokrasi dan hak-hak manusia serta untuk mengungkap tabir dibalik kematian sdr. Husni saya mengusulkan ada tim dokter ahli forensik yang independen untuk melakukan otopsi," pungkas Ngabalin. (Adm).

Sumber,  Teropongsenayan
loading...

About Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
loading...