SriwijayaAktual.com - PRABU Brawijaya V atau biasa dikenal dengan Bhre Kertabhumi merupakan keturunan terakhir Kerajaan Majapahit (1464-1478 M). Pada masa pemerintahannya, kekuasaan Majapahit hampir menguasai seluruh daratan Asia Tenggara. Kekuatan prajurit tempur Majapahit dibawah Brawijaya V yang dimpin Patih Gajahmada cukup disegani, bahkan Kerajaan Mongol dibuat gentar dengan armada laut Majapahit.

Namun kejayaan Majapahit akhirnya runtuh dengan kerajaan yang tak begitu besar. Brawijaya V tunduk dibawah serangan Kerajaan Demak dibawah pimpinan Raden Patah yang tak lain anaknya sendiri. Sang ayah dikejar-kejar oleh anaknya sendiri hingga akhirnya Brawijaya V harus melarikan diri ke berbagai tempat bersama pasukan setianya.

Brawijaya V juga sempat mengasingkan diri di Gunungkidul. Jejak pelarian Raja Majapahit tersebut masih bisa ditemukan hingga saat ini sebelum akhirnya Brawijaya V ‘mukso’.

Pantai Ngobaran
Tempat ini termasuk gugusan pantai selatan Jawa. Berlokasi di Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, tempat ini pernah dijadikan lokasi persembunyian Brawijawa V dari kejaran Raden Patah.

Jejak peninggalan Brawijaya V masih bisa terlihat jelas di Pantai Ngobaran ini. berbagai penganut agama atau kepercayaan. Di kawasan ini terdapat tempat-tempat peribadatan seperti pura yang menghadap ke arah pantai selatan.

Umat Hindu masih memanfaatkan pantai ini untuk melasti Hari Raya Nyepi. Pura ini juga dipakai untuk upacara Galungan, selain itu umat rutin setiap bulan purnama dan tilem melakukan persembahyangan.

Nama Ngobaran diambil dari kata ‘Kobar’ atau kebakaran yang melanda. Konon ceritanya Brawijaya V melarikan diri bersama pasukan setianya, namun mereka tak bisa lari kemana-mana lantaran di sisi selatan terhalang pantai selatan.

Dalam pelarian itu Brawijaya V juga mengajak kedua istrinya, Bondang Surati (istri pertama) dan Dewi Lowati (istri kedua). Dalam kondisi itu akhirnya Brawijaya V memutuskan untuk membakar diri. Saat pati obong (mengakhiri hidup dengan cara membakar diri) Brawijaya V mengajak serta Dewi Lowati karena menganggap cintanya kepadanya tak sebesar Bondan Surati.

Gunung Gambar
Gunung Gambar berada di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul. Di sini berdiri Pura Ngesthi Beratha Dharma yang dibangun oleh prajurit yang setia kepada Brawijaya V. Pura ini dibangun sebagai tempat penghormatan kepada para kesatriya yang berperang habis-habisan dalam melawan serangan pasukan Raden Patah.

Bekas-bekas perlindungan itu masih tetap ada. Hal ini terlihat dengan adanya goa di atas Bukit Gambar sebagai persembunyian Brawijaya V.

Pura Ngasthi Beratha Dharma mulai di bangun secara permanen sekitar tahun 2002. Dengan bangunan Candi Gedong paling kiri dan Panglurah paling kanan. Di tengah-tengah yang merupakan sentral pemujaan dibangun Padmasana. Bangunan suci ini merupakan punia dari Romo Pujo Broto Jati. (Van/KrJogja/Adm).