Loading...

Rabu, 06 Juli 2016

loading...

WaOW... Hebat Gan, Film Animasi Korsel Dikerjakan Siswa Asal Jatim

    Rabu, Juli 06, 2016   No comments

Loading...

JAKARTA,  SriwijayaAktual.com - Tidak disangka produk film animasi asal Korea Selatan (Korsel) yang berjudul FrienZoo mengadopsi seni wayang kulit asli Indonesia.

Hingga pembuatan film bagian kedua ini, produsen animasi GFX Korsel akan melibatkan siswa asal beberapa kota dari Jawa Timur antara lain Surabaya, Sidoarjo, dan Malang.

Creative Director Castle Production, Ardian, di Jakarta Senin (4/7/2016) mengatakan, Film animasi FrienZoo pertama sudah ditayangkan di EBS-TV Korea dan saat ini pihaknya menandatangani kerja sama dengan GFX Korea untuk memproduksi 50 episode film animasi berjudul FrienZoo bagian kedua.

"MoU sendiri kami tandatangani di Kuala Lumpur City Center April lalu. Saat itu yang hadir dari Pewakilan Korean Ministry of Science and Future Planning, NIPA, Korean Trade Agency (Kotra), serta berbagai lembaga Pemerintah Korea lainnya. Dan terkait siswa asal Jatim yang akan terlibat dalam pembuatan film ini agar masyarakat Jatim semakin memahami tentang produk animasi yang merupakan bagian dari industri kreatif," katanya.

Jatim terutama di kota-kota besar seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Malang memiliki potensi sumber daya manusia yang cukup untuk menggerakan industri kreratif.

"Karena itu dalam waktu dekat saya ingin mengajak komunitas dan pencinta animasi di tiga kota itu untuk sama-sama bangkit dalam memberi warna terhadap perkembangan animasi Indonesia, kata Ardian yang juga Ketua Umum AINAKI (Asosiasi Industri Animasi dan Konten Indonesia)," ujarnya.

Dalam narasi Film Animasi serial FrienZoo, bercerita hewan ternak tuna wisma yang menetap di kebun binatang dan menyesuaikan lingkungan baru serta bertemu dengan teman binatang lain yang baru.

"Gaya animasi FrienZoo adalah animasi siluet, yang menggabungkan karakter hitam putih dan latar belakang berwarna-warni. Animasi jenis ini akan memungkinkan untuk mengembangkan hubungan sosial dan imajinasi artistik untuk tontonan anak-anak," paparnya.

Unsur wayang kulit, tambahnya dalam serial FrienZoo, sangat dominan, karena pada penggarapan bagian kedua, pihak Korea mempercayakan pengerjaannya pada Castle Production, rumah produksi animasi asal Indonesia.

"Kami bersyukur bisa dipercaya untuk pengerjaan proyek ini. Dalam pengerjaannya ada sekitar 50 tenaga kerja kreatif muda yang akan terlibat. Mereka berasal dari berbagai daerah, seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang, Rembang, Jepara, Wonosobo, Bali, Bekasi, Bandung, Banten, dan Padang," urainya.

Merealisasikan, dijelaskannya. Akan ada pelatihan salah satunya untuk mentransfer teknologi oleh tim Korea dilaksanakan dalam dua tahap. "Pada tahap pertama di Bali, bertempatkan di Bali Creative Industry Center, milik Kementerian Perindustrian, sedang pelatihan kedua terkait dengan pelatihan compositing dilaksanakan di Cybermedia College Jakarta milik Castle Production," jelasnya.

Ia berharap, animasi bagian kedua yang juga akan diputar di beberapa negara di Asia dan Eropa, termasuk Indonesia, dan di jamin akan booming, karena tema dan pendekatan tokoh yang ada dalam animasi itu sangat dekat dengan dunia imajinasi anak-anak.

"Proyek senilai 2 milyar won atau setara dengan Rp 22 miliar ini didanai bersama oleh GFX, Castle dan para sponsor yang berasal dari Korea. Selain dengan Castle, GFX juga berencana bekerjasama co-production partner di negara-negara lain seperti  Vietnam, Malaysia dan Cina," tandasnya. (Adm).

Sumber,  beritajatim 
"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...