Loading...

Rabu, 03 Agustus 2016

loading...

Ini Kisah Perjalanan Waluyo Setelah 'Bangkit Dari Kubur’

    Rabu, Agustus 03, 2016   No comments

Waluyo bersama istrinya saat berbincang di dengan warga sekitar rumah yang tak percaya pria tersebut kembali.
YOGYAKARTA, SriwijayaAktual.comWaluyo (62) warga Suryoputran PB III/43 RT 35 RW 10 yang diyakini pihak keluarga telah meninggal ternyata selama ini masih hidup dan menggelandang di Semaran Jawa Tengah (Jateng). Kepulangan Waluyo Selasa (02/08/2016) pagi kemarin,  mengejutkan keluarga dan Suryoputran, pasalnya setahun lalu anak serta istrinya telah menguburkan jasad Waluyo di Canden Bantul.

Saat ditemui di rumahnya, Waluyo menceritakan alasan mengapa memilih pergi meninggalkan rumah hingga akhirnya keluarga merasa menemukan dirinya dan bahkan menguburkan jenazah yang dikira adalah pria tersebut. Ternyata, semula Waluyo merupakan penarik becak yang kebingungan karena becak cicilannya diambil paksa sang juragan lantaran tak bisa membayar sejumlah uang.

"Saya tidak berani pulang, bingung hanya pegang uang Rp 40 ribu untuk nyicil (becak) kurang, diminta menunda seminggu saja tidak mau akhirnya becak saya diambil. Yasudah saya bingung mau menggelandang saja, tiga bulan saya tidur di kawasan Demangan di emperan toko," ungkap Waluyo.

Namun, karena merasa malu bila bertemu dengan tetangga dan saudara akhirnya Waluyo memilih pergi lebih jauh ke wilayah Semarang. Dengan berjalan kaki selama empat hari, Waluyo akhirnya tiba di Semarang dan tinggal menggelandang di berbagai wilayah.

"Tiga bulan di Semarang saya pindah-pindah ke manapun yang penting bisa tidur dan hidup tapi akhirnya 10 bulan terakhir saya tinggal di banjir kanal Semarang Barat ya nyapu jalan ya membantu parkir kalau sore hari yang penting bisa buat makan. Saya tidak punya daya untuk pulang, takut dengan anak istri dan tak punya uang," kenangnya.

Waluyo yang memang tak berniat memberi kabar keluarga dan tidak tahu jika di Yogyakarta ia sudah dinyatakan meninggal dunia pada Mei 2015 setelah keluarga yakin seorang pria tanpa identitas korban tabrak lari di Gunungkidul adalah dirinya. "Ya saya tidak tahu kalau dikira sudah meninggal, saya happy saja di Semarang," imbuhnya.

 
Keputusan untuk kembali ke Yogyakarta pagi tadi muncul setelah ada orang yang menawarkan kebaikan mengantarkan kakek satu cucu ini. "Sebenarnya niat pulang sejak Lebaran kemarin, tapi ditunda-tunda terus padahal sudah sempat menitipkan uang Rp 400 ribu pada satu kenalan yang akan ke Yogya, akhirnya bisa pulang diantar pemilik hotel di kawasan Dagen, berangkat pagi tadi setelah subuh," sahut Waluyo.

Kini Waluyo telah berkumpul bersama keluarganya yakni dua puterinya Any Istiyatrti (34), Anti Ristanti (32) dan sang istri Alin S Katinah (65). Pihak keluarga meminta Waluyo untuk tinggal di rumah dan menjaga warung kecil yang ada di rumahnya tersebut agar tak lagi hilang dan dikira meninggal dunia untuk kedua kali. (*).

Sumber, KRjogja
loading...

About Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
loading...