Loading...

Rabu, 31 Agustus 2016

loading...

Isi Video Freddy Budiman, Sebut Tiga Nama Aparat

    Rabu, Agustus 31, 2016   No comments

JAKARTA, SriwijayaAktual.com  - Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Polri telah menyaksikan kopi video Freddy Budiman yang dibuat Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM. Dalam video itu, Freddy terungkap menyebutkan tiga nama aparat.

Anggota TGPF, Hendardi, membenarkan Freddy Budiman (FB) menyebut tiga nama. Namun ia membantah nama-nama itu berkaitan dengan aliran dana, sebagaimana kesaksian Freddy kepada Haris Azhar (HA).

"Menyangkut nama-nama aparat, bahwa benar ada disebut setidaknya tiga nama, namun tidak dalam kaitannya dengan aliran dana sebagaimana kesaksian FB kepada HA," kata Hendardi dalam pernyataan tertulisnya Senin, (29/8/2016), seperti dilansir tempo.com  (30/8/2016).

Hendardi tak mau menyebut nama atau inisial yang telah disebut Freddy. Ia beralasan itu adalah upaya untuk menghindari interpretasi yang keliru karena berpotensi mengganggu proses penyelidikan lebih lanjut. "Termasuk memastikan adanya perlindungan hak bagi seseorang," katanya.

Freddy dieksekusi mati pada 30 Juli 2016. Dua tahun sebelumnya, gembong narkoba itu membocorkan rahasia kepada Haris saat Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) itu mengunjunginya di Lapas Nusa Kambangan. Haris pun mengungkap kepada publik ada aliran dana dari Freddy kepada pejabat di Polri, BNN, dan Bea Cukai untuk mengamankan bisnis narkobanya.

Video yang dibuat pada 28 Juli 2016 tersebut memiliki tiga bagian. Bgian pertama berdurasi 39 detik, kedua berdurasi 18 menit 43 detik, dan ketiga 1 menit 25 detik. Video dibuat sekitar pukul 17.00 secara berurutan.

Hendardi mengatakan bagian pertama video itu berisi perjalanan spiritual Freddy selama di penjara hingga menjelang proses eksekusi, yang mengaku telah bertobat. Selanjutnya berisi evaluasi dan saran menyangkut penanganan narapidana di lembaga pemasyarakatan dan dalam kaitannya dengan upaya menghapuskan praktek peredaran narkoba di LP.

Baca jugaKapolri Sebut, Isi Video Testimoni Freddy Budiman Sumir dan Hanya Berisi Curhatan Pertaubatannya

Dalam video tersebut, Freddy juga mengimbau penanganan napi narkoba dilakukan secara ketat. Maksud dia, tidak dipindahkan dari satu penjara ke penjara lain, termasuk harus ada isolasi dari napi lain.

Hendardi mengatakan video ini hanya salah satu petunjuk awal di tengah keterbatasan petunjuk-petunjuk kesaksian Freddy. Ia menuturkan pihaknya masih perlu mencari petunjuk-petunjuk lain yang bisa memperkuat kesaksian."Tandasnya.  (*).
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
loading...