Loading...

Minggu, 14 Agustus 2016

loading...

Kader HMI Gorontalo Aksi Unjuk Rasa Hadang Saut Situmorang 'Ceos', Ketum HMI Cabang Gorontalo Kena Pentung Aparat

    Minggu, Agustus 14, 2016   No comments

Loading...
Ratusan Kader HMi Gorontolo Menghadang Saut Situmorang (Rdg)
GORONTALO - SriwijayaAktual.com -   Kader HMI terlihat  belum hilang ketersinggungannya dengan  pernyataan salah satu pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang, yakni stetmenya "Mereka orang-orang cerdas ketika mahasiswa, kalau HMI minimal LK 1, tapi ketika menjadi pejabat mereka korup dan sangat jahat," kata Saut dalam sebuah acara Talk Show, bertajuk Benang Merah; 'Harga Sebuah Perkara', di salah satu stasiun TV Swasta, Kamis (5/5/2016) malam.  Hingga kini dterkesan dan dirasa   melecehkan kelurga besar HMI. 

Buktinya Jumat (12/8/2016), usai memberikan kuliah umum di Universitas Ichsan Gorontalo, Saut kembali dihadang aksi unjuk rasa  ratusan kader HMI. Buntutnya, Fauzan Ketum HMI Cabang Gorontalo, terkena pentungan aparat.   

Dilansir dari Radar Gorontalo (Jawa Pos Group), awalnya pelaksanaan kuliah umum berlangsung aman tanpa ada kendala berarti. Memang sempat ada kabar bahwa mahasiswa bakal menghadang kedatangan Saut di lokasi kuliah umum, namun hingga berlangsungnya kuliah umum tidak ada tanda-tanda aksi demo. 

Namun, justru diakhir kegiatan, disaat rombongan Saut keluar meninggalkan kampus Unisan, massa aksi sudah menghadang di luar gedung kampus. 

Beruntung, pihak kepolisian yang berada di lokasi langsung menutup ruang gerak massa aksi yang hanya berjumlah kecil. 

Rombongan Saut pun bisa keluar lewat pintu gerbang sebelah kiri gedung, sedangkan posisi massa aksi berada di bagian pintu gerbang sebelah kanan gedung dan dihadang barikade aparat kepolisian. 

Gagal menemui Saut, massa aksi yang kesal kemudian mencoba menerobos barikade aparat kepolisian. Namun, justru aksi menerobos tersebut berujung ricuh. 

Terjadi kontak fisik antara mahasiswa dan aparat, akibat dari kericuhan itu, Ketua umum HMI Cabang Gorontalo Fauzan terkena pukulan aparat. Nah, hal ini kemudian memicu amarah massa aksi yang tidak terima rekan mereka diperlakukan seperti itu oleh aparat. 

Sempat terjadi adu mulut antara mahasiswa dan aparat, beruntung beberapa dosen yang keluar dari dalam kampus langsung sigap menengahi bersitegang tersebut. Massa pun diarak ke dalam kampus untuk menghindari terjadinya bentrok dengan pihak kepolisian. 
Namun rasa tidak puas karena sempat kena pukul, massa aksi kemudian kembali mendatangi barikade polisi yang masih berada di depan kampus. Mereka menuntut agar pihak kepolisian bertanggung jawab atas pemukulan terhadap rekan mereka. 

Tidak terjadi kesepakatan apapun, hanya saja massa berjanji akan memproses persoalan ini ke jalur hukum dan menuntut agar oknum aparat yang melakukan pemukulan untuk dipecat. (rdg). 
"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...