Loading...

Minggu, 14 Agustus 2016

loading...

Pemerintah Akui Belum Maksimal Kelola Minyak dan Gas Dengan Benar

    Minggu, Agustus 14, 2016   No comments

Loading...
luhut
BANDUNG-JABAR, SriwijayaAktual.com - Pengelolaan sumber daya minyak dan gas di Indonesia dinilai tak dijalankan tidak baik. Kebijakan untuk mengekspor sumber daya minyak dan gas ini, sangat mrugikan bangsa dan negara. Sehingga Indoensia saat ini mengalami defisit migas dengan ketahanan di bidang energi yang sangat rentan.

"Kami melihat ini ada kelalaian yang telah dilakukan selama ini. Karena itu, Presiden Jokowi menginstruksikan untuk dilakukan perbaikan dalam pengelolaan migas ini," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan saat menjadi pembicara Seminar Nasional  Meningkatkan Ketahanam Energi Indonesia Melalui Optimalisasi Sumber Daya Alam: Masih Ada Waktu Atau Sudah Terlambat?, di AUla Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Sabtu (13/8/2016).

Menurutnya, saat ini yang harus dilakukan adalah mengurangi ekspor sumber daya migas ke luar negeri. Sumber daya migas yang dimiliki tersebut, harus dimaksimalkan dan dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan bangsa dan negara. Dengan demikian, pemanfaatan sumber daya migas ini tidak hanya di hulu saja namun juga hingga hilir.

"Kita harus kurangi ekspor migas dan digunakan sepenuhnya untuk kebutuhan dalam negeri. Sehingga kita isa membangun ketahanan energi dan tidakbergantung kepada pasokan impor," ungkapnya.

Dalam penilaiannya, selama ini telah terjadi kesalahan dan kelalaian dalam menghitung kebutuhan energi dalam negeri. Sehingga sumber daya migas yang dimiliki ada yang dieskpor untuk mendatangkan devisa negara. Namun devisit yang terjadi di dalam negeri, harus mendapatkan perhatian serius dari semua pihak.

"Hal inilah yang harus diperbaiki ke depan. Sehingga kita bisa membangun ketahanan energi," katanya.

Karena itu, pihaknya sudah mendapatkan instruksi dari presiden untuk menyusun buku putih pengelolaan dan pemanfaatn sumber daya minyak dan gas. Dalam menyusun buku putih terebut, pihaknya akan meminta banuan dari para pakar termasuk yang berasal dari ITB.

"Kita buka kesempatan seluas-luasnya bagi alumni ITB dan institut teknologi lainnya di Indonesia untuk bergabung dengan kami. Paslanya, kami sangat membutuhkan masukan dari pakar-pakar dan pihak-pihak yang berkompeten," terangnya. (*). 

Sumber, Galamedia
"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...