Ternyata, setelah diyakinkan pria yang datang Selasa (2/08/2016) pagi kemarin  pukul 08.00 WIB benar merupakan Waluyo yang baru kembali setelah menggelandang di Semarang selama 10 bulan terakhir. Pria tersebut nekat kabur dari rumah karena tak bisa menafkahi dua puteri dan istrinya setelah becak kreditannya diambil paksa sang juragan.

Pihak keluarga pun hingga satu tahun terakhir masih mengunjungi makam di Jetis Bantul karena mengira yang dimakamkan adalah Waluyo meskipun kini setelah kemunculan kembali Waluyo mereka bertanya-tanya siapa jenazah yang dimakamkan pada hulan Mei 2015 lalu tersebut. "Kami masih bertanya juga lalu siapa yang kami makamkan dulu, kami yakin itu ayah kami yang malah kini kembali dalam keadaan sehat," ungkap Anti Ristanti puteri kedua Waluyo saat ditemui di kediamannya.

Anti yang kala itu ikut sibuk mengurus perawatan dan pemakaman hingga pengurusan akta kematian pun merasa sangat bingung hingga tak bisa banyak berpikir. Namun, ia bersama keluarga tak akan membongkar makam yang sempat diyakini sebagai milik ayah kandungnya.

"Ya sudah mungkin sudah takdir bapak itu dimuliakan jelang meninggal karena dulu beliau juga tak punya identitas dan sangat mirip dengan bapak saya Pak Waluyo. Kami juga bersyukur bisa ikut memuliakan orang yang kini kami tak tahu siapa dia," imbuhnya.

Dikatakan Anti, Waluyo tak hanya sekali ini pergi dari rumah dalam waktu cukup lama. Namun, karena tahun lalu ia berniat menikah dan harus ada wali maka keluarga langsung mencari keberadaan Waluyo dan ternyata menemukan orang yang sangat mirip menjadi korban tabrak lari di Wonosari.

 
"Bapak mulai tak pulang sejak Januari 2015 dan pada bulan Mei kami tahu informasi korban tabrak lari dan cirinya persis bahkan baju yang dikenakan juga mirip. Ibu diminta melihat dan yakin itu bapak, karena itu kami ikut merawat dan banyak keluarga juga tetangga yang ikut menjenguk di Sardjito, saksinya sangat banyak dan bilang mirip," lanjutnya.

Kejadian yang cukup aneh namun sungguh-sungguh terjadi ini akan menjadi pengalaman yang tak akan pernah dilupakan keluarga Waluyo dan warga Suryoputran. "Kami anggap berkah juga bisa bertemu dengan bapak lagi yang kami kira sudah meninggal, kini komplit keluarga," pungkas Anti tersenyum. (*)

Sumber, KRjogja