Loading...

Jumat, 05 Agustus 2016

loading...

Puluhan Debitur Griya Kenten Damai, Tuntut Pihak BTN

    Jumat, Agustus 05, 2016   No comments

Loading...
Warga Griya Kenten Damai
PALEMBANG, SriwijayaAktual.com - Puluhan warga yang menghuni Griya Kenten Damai, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako ramai-ramai mendatangi Bank BTN Cabang Palembang, Kamis (4/8/2016). Mereka menuntut Bank BTN bertanggungjawab penuh atas sertifikat rumah yang hingga kini belum beres bahkan carut marut.

Ketua RT 53 Arjumi mengatakan, ada 106 warga yang menuntut hak sertifikat atas pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), sekitar 26 Kepala Keluarga (KK) yang sudah melunasi kredit meminta segera sertifikat diberikan tanpa ada biaya apapun.

“Kami di sini hanya menuntut hak, bagi warga yang sudah melunasi pembiayaan untuk segera dikeluarkan sertifikat hak milik. Warga kita itu bahkan ada yang sudah sejak  2006 lunas, namun belum diberikan sertifikat,” kata Arjumi.

Parahnya lagi, BTN akan memberikan sertifikat dengan syarat warga harus menandatangani perjanjian untuk tidak menuntut. Sertifikat yang diberikan pun carut marut baik ukuran, luas tanah, nomor SHM, bahkan ada yang belum balik nama.

“Ini konyol, ini sudah berlangsung lama, rumah sudah lunas malah diminta biaya balik nama. Kami membayar cicilan ke bank. Bank sudah terima uang kami, jadi bank harus bertangung jawab penuh sampai sertifikat kami diberikan, bahkan seharusnya bank mengganti biaya yang kami keluarkan menuntut penyelesaian permasalahan ini,” katanya.

Salah satu perwakilan warga Edi Swasano Parso menambahkan, BTN dari bulan April yang lalu hanya berjanji akan menghadirkan manajemen pusat untuk menyelesaikan permasalahan ini. Namun hingga batas waktu kesepakatan pada 31 Juli, tidak ada konfirmasi maupun surat ataupun tindak lanjut.

“Banyak permasalahan di perumahan ini, mulai dari sertifikat terbit belum balik nama ke debitur, sertifikat telah terbit tapi luas tanah kurang, bahkan sebagian tanah ada yang masih milik pihak ketiga dan sebagian lagi di sertifikat yang belum dikuasai bank,” katanya.

Tidak hanya itu, warga yang sertifikatnya sama sekali belum terbit, karena sertifikat yang menjadi agunan tidak dikuasai bank dan juga sertifikat telah diterima debitur namun tertukar nomor SHM dengan debitur lain. 

“Kami minta juga kepada OJK untuk mengawasi dengan benar bank ini, karena kami sudah sangat dirugikan, bukan hanya sertifikat yang tak kunjung diberikan namun juga biaya-biaya kami mengurus ini semua,” katanya.

Edi menambahkan, BTN Palembang dalam hal ini sudah memperoleh laba dari debitur yang melunasi kredit, ketika bank tidak bias bertanggungjawab atas sertifikat yang seharusnya diberikan, maka debitur ini wajib menuntut tanpa biaya apapun.

“Kami di sini sudah cukup sabar, ini sudah puncaknya, bank harus bertanggungjawab penuh, jika bank tidak menyetujui pembiayaan ke developer, maka warga tidak mungkin dirugikan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BTN Cabang Palembang, Adrian Syahbandi usai menemui tuntutan warga menjelaskan, pihaknya hanya memiliki tanggungjawab moral, ada beberapa sertifikat yang sudah diselesaikan dan ada juga yang belum selesai. Saat ini pihaknya tengah mengumpulan dokumen.

“Tergantung permasalahannya, begitu administrasi selesai dalam waktu beberapa bulan akan selesai. Nanti jika administrasi selesai, biaya nanti bisa dibicarakan lebih lanjut, namun kami belum sharing soal biaya, nanti mungkin setelah semuanya selesai,” Tuturnya.


Selain itu, Adrian tidak mau menanggapi lagi ketika ditanya tentang kelalaian pihaknya ketika memutuskan untuk bekerjasama dengan pengembang yang notabennya tidak memiliki agunan yang jelas. Adrian hanya mengakui ada standar poin administrasi yang terlewatkan pada kejadian ini.

“Ada administrasi yang terlewatkan, ke depan standarisasi akan diterapkan secara maksimal, karena kami juga sebenarnya tidak menginginkan hal ini, karena tidak ada yang sempurna. Namun ini ada niat baik kita,” jelas Adrian tidak mau menggubris lagi tentang permasalahan internal perusahaan. (Adm/Ren/BP)
"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...