Loading...

Jumat, 05 Agustus 2016

loading...

Risma Sebut, Aku Diancam Warga Surabaya Kalau Dibawa Jokowi ke Jakarta

    Jumat, Agustus 05, 2016   No comments


Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Ist)
SURABAYA-JATIM, SriwijayaAktual.com- Permintaan maaf yang dilontarkan saat menghadiri peluncuran Kampung KB di RW XII Sidotopo Jaya, Semampir, Kamis (4/8/2016) pagi, sebagai tanda berpamitan, dibantah langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Disadur dari Harian Kompas, Jumat (5/8/2016), Risma menegaskan dirinya akan terus menyelesaikan tugasnya sebagai Wali Kota Surabaya hingga masa jabatannya berakhir.
"Saya jangan ditarik-tarik ke pemilihan Gubernur Jakarta karena justru membuat suasana semakin gaduh. Saya tidak pernah pamit," kata Risma, Kamis (2/8/2016) siang.

Risma lalu menjelaskan maksudnya meminta maaf di depan warga.
Pernyataan itu, lanjut Risma, disampaikan dalam konteks memasuki hari-hari terakhir pada bulan Syawal.

"Meminta maaf kepada siapa saja, termasuk hadirin di satu acara, pasti saya lakukan. Sebagai pemimpin pasti ada kekurangan sehingga wajar minta maaf. Terlebih lagi hari ini adalah hari terakhir bulan Syawal. Minta maaf, kok, dibilang pamit. Bisa marah warga Surabaya," ujarnya.

Menurut Risma, dalam setiap acara yang dihadirinya, warga setempat yang hadir telah menyampaikan permohonan kepadanya agar tidak meninggalkan Surabaya. Banyak proyek besar di kota berpenduduk 2,9 juta jiwa itu yang belum rampung.

Baca Juga: Geger Karena Risma Pamitan Sambil Minta Maaf Kepada Warga Surabaya, Mau Maju Pilgub DKI?

Kepemimpinan Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Tri Rismaharini memang diakui dunia. Ia dinobatkan menjadi wali kota terbaik ketiga se-jagad. Urutan pertama diraih Wali Kota Calgary, Kanada, Naheed Nanshi dan yang kedua oleh Wali Kota Ghent, Belgia.

Risma dianggap telah menarik perhatian nasional dan internasional karena mempromosikan penuh semangat, kebijakan sosial ekonomi, dan lingkungan di kota terbesar kedua di Indonesia.  


Tak heran jika warga Surabaya sangat  mencintai Risma dan tidak akan melepaskan Risma. Hal ini sudah mulai terlihat di awal - awal kepemimpinan Risma dimana Tri Rismaharini mendapat ancaman dari warga kota. Ancaman tersebut berupa demo besar besaran jika walikota yang diusung PDIP ini akan dijadikan salah satu menteri dalam kabinet Jokowi.

"Warga Surabaya kemarin ancam aku kalau dibawa ke Jakarta," kata walikota perempuan pertama di Indonesia usai memimpin apel pasukan dan kesiapan angkutan lebaran 1437H/2016 lalu,  di Taman Surya Balai Kota Surabaya, sebagaimana dikutip dari detik.com.

Baca juga; Warga Surabaya Yang Tergabung di 'Pasura' Tidak Rela Risma ke Jakarta, Pusura Siap Gugat Partai Pengusung (Video)



Ancaman warga tersebut, kata Risma, didapatkannya melalui pesan singkat atau short massage service (sms) yang diterimanya. "SMS. Bukan deal. Pokoknya ngancam. Kita akan demo. Tapi, saya ngomong siapa yang mau ke Jakarta?" katanya sambil senyum kecil. (BT/Adm).
loading...

About Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
loading...