Loading...

Rabu, 31 Agustus 2016

loading...

Sidang Perdana Ofi Mantan Bupati Ogan Ilir Dalam Kasus Penyalahgunaan Narkoba, Kuasa Hukum Ofi Pertanyakan Surat Penangkapan

    Rabu, Agustus 31, 2016   No comments

Loading...
Foto/Ist; Ahmad Wazir Nofiadi Mawardi ( Tengah Berpeci), mantan Bupati Ogan Ili,r yang menjadi terdakwa penyalahgunaan Nakoba duduk di kursi PN Palembang, Selasa (30/8/2016/).
PALEMBANG, SriwijayaAktual.com -  Bupati Ogan Ilir non aktif, Ahmad Wazir Nofiadi Mawardi alias Ofi (28 Tahun) menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Klas IA Khusus Palembang, Selasa (30/8/2016), dalam kasus tindak pidana penyalahgunaan obat-obatan terlarang 'Narkoba'.

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ursula Dewi dan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi yang melakukan penangkapan ini.

Di hadapan majelis hakim yang dipimpin majelis hakim Ahmad Ardianda Patria, tim penasihat hukum terdakwa sempat mempersoalkan surat izin penangkapan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Sedangkan dalam surat dakwaan disebutkan atas perbuatannya, tersangka AW Nofiadi yang kini masih menjalani rehabilitasi di RS Ernaldi Bahar Palembang, dijerat Pasal 112 ayat 1 dan atau Pasal 127 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Dari surat dakwaan jaksa disebutkan, terdakwa ditangkap penyidik dari BNN RI di rumahnya, di Jalan Musyawarah, Komplek Bandar Baru Permai, Blok E5, RT5, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Gandus Palembang, pada 13 Maret 2016.

Bermula sekitar awal Januari terdakwa menghubungi Faisal Roche alias Ichan (berkas terpisah) meminta dicarikan shabu seberat 0,5 gram atau seharga Rp700.000. Jika sudah didapat agar diletakkan di dinding belakang rumah terdakwa.

Sehingga terdakwa Faisal membeli shabu dengan Ayub (DPO) seharga Rp600.000 di sekitar Rutan Klas IA Pakjo Palembang. Lalu sekitar minggu kedua Februari, terdakwa kembali minta dicarikan shabu seberat 1 gram atau seharga Rp1.400.000 dan kembali diletakkan di tempat yang sama.

Kemudian pada 10 Maret pemesanan kembali dilakukan dan 13 Maret Ofi kembali menghubungi Faisal minta dicarikan 1 gram shabu dan pada hari yang sama Sony (DPO) anak Ayub datang mengantar pesanan kepada Faisal.

Lalu satu gram shabu pesanan tersebut diberikan kepada Murdani (berkas terpisah) untuk diserahkan kepada terdakwa dan diakui sebagian dari 1 gram shabu tersebut telah dikonsumsi dan sebagian lagi dibuang ke dalam closed kamar mandi rumah terdakwa.

Usai pembacaan dakwaan majelis hakim melanjutkan sidang dengan pemeriksaan saksi-saksi dari penyidik BNN RI yang melakukan penangkapan.

Saksi dari BNN menyebut dua pekan sebelum penangkapan mereka telah berada di Palembang untuk menangkap terdakwa. Berawal ketika Faisal diintai ketika mengambil shabu di kawasan Pakjo dan meletakkan shabu di samping kediaman terdakwa.

Namun, saat akan menangkap terdakwa, rumah tersebut dijaga ketat alias terkesan dihalang-halangi  oleh pihak Sat Pol PP dan keluarga Ofi, sehingga petugas mengalami kesulitan dan tertahan selama berjam-jam di depan rumah.

Sementara itu, Kuasa Ahmad Wazir Nofiadi, Dhabi K Gumayra ditemui usai sidang menuturkan sampai saat ini pihak penyidik BNN belum pernah menunjukkan surat izin penangkapan dari Mendagri tersebut.

Padahal, sesuai Pasal 80 Undang-undang Nomor 23 tentang pemanggilan ataupun penangkapan kepala daerah harus memiliki izin dari Mendagri.
 
“Sampai sekarang tidak ada surat dari Mendagri. Di dalam dakwaan juga tidak ada surat tersebut. Itu yang masih kita pertanyakan,” kata  Dhabi.
 
Selain itu, di dalam dakwaan serta keterangan para saksi sendiri tak ada yang menyebutkan jika selama ini lokasi penangkapan dijadikan tempat pesta narkoba.
“Tidak ada satu pun saksi yang bilang begitu. Ini angin segar untuk keluarga, kalau rumah orangtua klien kami tidak dijadikan tempat pesta narkoba,” ujarnya.


Sedangkan dalam sidang kali ini, dua terdakwa lain, yakni Faisal Roche (39) yang merupakan oknum PNS di RS Ernaldi Bahar serta terdakwa Murdani, tenaga sukarela Satpol PP Ogan Ilir ini juga dihadirkan untuk menjalani sidang perdana secara terpisah. (# ris/BP).

"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...