Jumat, 30 September 2016

Ach....Yang Benar Saja, AKBP Herry Heryawan Lecehkan Jessica Kumala Wongso???

    Jumat, September 30, 2016   No comments

Jessica Dalam Persidanganya (Ist)
JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Nama Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan disebut dalam sidang lanjutan pembunuhan Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso, Rabu (28/9/2016) kemarin malam. Jessica menyebut Herry menanyakan hal-hal yang tidak relevan dengan kasus yang menjeratnya, bahkan terkesan melecehkan. 

Menurut Jessica, saat itu dirinya belum berstatus sebagai tersangka dan menjalani pemeriksaan dengan hipnoterapi.
"Saya cuma dapat komentar 'kamu mau pacaran enggak yang sama agama atau tidak, soalnya kamu tipe saya banget'. Itu Pak Herry. Setelah itu saya dipindah ke ruangan lain," kata Jessica dalam persidangan, Rabu (28/9/2016) kemarin.

Sementara itu, Komisioner Komnas Perempuan, Nina Nurmila, mengamini bahwa pernyataan Herry kepada Jessica adalah pelecehaan seksual secara verbal. "Itu tidak relevan dengan kasus. Termasuk pelecehan," kata Nina seperti dilansir Rimanews, Kamis (29/9/2016). 

Meski demikian, Nina menjelaskan, hal itu termasuk kekerasan seksual paling rendah sebab tidak ada kontak fisik dengan korban, dalam hal ini Jessica. Pelecehan ini juga tidak bisa diadukan sebagai delik pidana lantaran belum ada payung hukum yang mengatur tentang pelecehan seksual secara non-fisik.

Kata Nina, saat ini kasus pelecehan seksual hanya dipayungi oleh Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Dalam Bab XIV Pasal 281 KUHP tentang Kejahatan Terhadap Kesopanan diatur kesopanan dalam arti kesusilaan merupakan perasaan malu yang berhubungan dengan nafsu kelamin, misalnya bersetubuh, meraba buah dada perempuan, meraba tempat kemaluan wanita, memperlihatkan anggota kemaluan wanita atau pria, mencium, dan lain sebagainya.
"Jadi belum ada payung hukum," ujarnya

Nina mengaku, Komnas Perempuan sudah menyerahkan draf Rancangan Undang-Undang tentang penghapusan kekerasan seksual ke DPR. Dia berharap, setelah Undang-Undang ini disahkan, pelecehan seksual secara verbal sekalipun bisa dijerat secara pidana.
"Tapi ini pelanggaran etik. Ini tidak etis dilakukan seorang anggota polisi," tegasnya.

Sementara itu, Pakar hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Mudzakkir mengatakan, Herry menyalahi etika sebagai penegak hukum. Menurut Muzakir melakukan pendekatan pribadi kepada seorang tersangka dengan tujuan tertentu, misalnya agar tersangka mengakui perbuatannya, adalah melanggar etika.

"Jangan sampai mengatakaan cinta dan sejenisnya kepada orang yang ditahan. Itu potensi penyalahgunaan wewenangnya sangat besar sekali," ujarnya. "Saya enggak tahu apakah dia sudah punya istri atau belum. Kalau sudah punya istri lebih parah lagi dia," sambungnya. 

Sementara itu, Terkait dugaan pelecehan yang dilakukan Herry, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Kombes Martinus Sitompul mempersilakan Jessica mengadukan hal itu ke Divisi Profesi dan Pengamanan terkait perlakukan yang diterimanya saat menjalani pemeriksaan.
Propam, kata dia, akan menyelidikinya secara internal mengenai ketidakpuasan tersangka mengenai proses penyidikan.
AKBP Herry Heryawan (Ist)
Siapa Herry Heryawan?
Saat kasus Jessica bergulir, Herry Heryawan menjabat sebagai Kasubdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Metro Jaya. Herry pula yang memimpin penangkap Jessica di hotel Neo, Mangga Dua, Jakarta Utara, 30 Januari pukul 07.45 WIB. 

Herimen, sapaan akrab Herry Heryawan, termasuk perwira menengah yang karirnya moncer. Pria kelahiran 23 Februari 44 tahun silam juga terbilang besar nyali dalam menangkap tersangka kejahatan dan kekerasan. 

Misalnya saat memimpin penangkapan mantan penguasa Tanah Abang, Hercules. Dia dengan lantang berteriak meminta Hercules diborgol dan tidak diistimewakan. Herimen pun menggiring Hercules memasuki mobil dengan tangan terborgol. 

Saat menjabat sebagai Kasat Resmob Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan juga menangkap bahkan menembak John Kei di Hotel C'One, Pulomas, Jakarta Timur. John Kei ditangkap setelah menjadi tersangka kasus pembunuhan.


Ini karir Herimen di Kepolisian:
Pamtta III Poltabes Semarang (1997)
Panit Resum Poltabes Semarang (1998)
kanit II Opsnal Poltabes Kepulauan Riau (1999)
Wakasatserse Polres Kepri Timur (2000)
Kasat I Ditnarkoba Polda Kepri(2006)
Kasat Reskrim Poltabes Barelang (2007)
Wakapolresta Tanjung Pinang (2009)
Kasubbag Kermaops Bag Binops Roops Polda Kepri (2009)
Kadensus 88 Anti Teror Dit Reskrim Polda Kepri (2009)
Kasubdittahbang Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya (2011)
Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya (2012)
Kasubdit Umum Ditreskrimum Polda Metro Jaya (2013)
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya
Wadir Krimum Polda Metro Jaya. (*). 

Sumber, Rimanews





loading...
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner