Loading...

Senin, 26 September 2016

loading...

ASTAGA !!! Gurita Narkoba di Madura

    Senin, September 26, 2016   No comments

Loading...
(Ilustrasi)
MADURA-JATIM- SriwijayaAktual.com - Dari 4,9 juta pengguna narkoba di Indonesia, sekitar 400 ribu orang berada di Jawa Timur.  Peredaran narkoba di Jawa Timur, tidak hanya terpusat di Surabaya, akan tetapi juga di Pulau Garam Madura.

Data peredaran narkoba yang dirilis akhir 2014 itu, menurut Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim, sebenarnya sudah turun. Sebab pada 2013, sekitar 740 ribu pengguna.

Bahkan, Polda Jatim pernah menemukan sebuah desa di Kabupaten Bangkalan yang masyarakatnya banyak menjadi pengedar narkoba, atau yang dikenal oleh warga sekitar dengan sebutan "kampung narkoba".
Daerah yang terkenal dengan sebutan "kampung narkoba" itu adalah Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan, sekitar 5 kilometer ke arah timur Kota Bangkalan.

Tim gabungan Polda Jawa Timur (Jatim()  saat melakukan penggerebekan di desa itu, menemukan 37 bilik yang sengaja disediakan khusus oleh warga untuk pesta narkoba bagi pengguna yang datang ke desa itu.
Mereka yang datang ke kampung itu, bukan hanya warga sekitar, akan tetapi kebanyakan dari Surabaya, Malang dan Sidoarjo.

Polisi menduga peredaran narkoba di Jawa Timur sebagian terpusat, bahkan ada yang dikendalikan dari Madura.
Bahkan, Polres Sampang sempat mengendus, ada seorang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Pamekasan, yang mengendalikan peredaran narkoba di Jawa Timur.

Semua Kalangan Peredaran narkoba di Pulau Madura memang tidak terbatas hanya pada kelompok masyarakat tertentu saja, akan tetapi semua lapisan masyarakat. Mulai dari kyai, guru, pelajar dan mahasiswa bahkan sampai petani.

Kyai
Berawal dari pernyataan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso, bahwa sebuah pesantren di Madura secara massif terdampak narkoba, dari Kyai hingga santri.

Tahun 2015 di Sumenep, tepatnya 25 Oktober, seorang kyai berinisial MZM (50) juga dicokok polisi gegara menyimpan dan menggunakan sabu-sabu. Yang lebih gila, di rumah pemuka agama ini, polisi menemukan 10 plastik klip yang masing-masing berisi 0,25 gram sabu, satu sendok sabu, dua timbangan elektrik dan seperangkat alat isap. Sabu sebanyak itu untuk apa dan siapa?

Guru dan Mahasiswa
Bersamaan dengan ditangkapnya pemimpin pondok pesantren tersebut, seorang guru di Bangkalan juga ditangkap karena kasus serupa, yakni kepemilikan sabu.

Di Kabupaten Sampang, Mahasiswa, petugas Puskesmas dan pegawai Pemkab juga pernah tertangkap kasus Narkoba tahun lalu. Jadi, dari empat kabupaten di Madura, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, tak satu pun sepi dari Narkoba, alih-alih bebas.

Petani
Seolah tak mau ketinggalan, petani di Madura juga dekat dengan narkoba.
Petani yang menjadi pengedar dan pengonsumsi narkoba pernah diungkap tim narkoba Polres Sampang pada, Mei 2015. Petugas berhasil menangkap seorang petani, saat pesta narkoba di rumahnya.

Tersangkanya adalah Moh Hari alias Mathari (31) warga Dusun Balanan, Desa Bira Timur, Kecamatan Sokobanah Sampang. Polisi berhasil mengendus adanya petani yang biasa mengonsumsi narkoba itu berdasarkan informasi yang disampaikan masyarakat.

Anak di Bawah Umur
Miris, peredaran narkoba di Pulau Madura juga merambah pada anak di bawah umur, seperti yang pernah ditangani Polres Sampang.

Satuan Narkoba Polres Sampang menggrebek sepasang remaja sedang asyik pesta sabu di sebuah rumah kos di Jalan Kramat Kelurahan Karang Dalam, Kecamatan Kota Sampang, Madura, Jawa Timur, pada Rabu (04/11/2015) sekitar pukul 22.00 WIB.

Alhasil, dalam penggerebekan itu seorang pria dan wanita diciduk polisi beserta alat bukti. Lebih mencengangkan lagi, wanitia berinisial DW warga Imam Ghozali ini, masih dibawah umur yakni 15 tahun.

Ia ditangkap bersama temannya, Moh Arifin (32), warga Gunung Sekar Kecamatan Kota Sampang. Mereka dinyatakan positif menggunakan narkoba jenis sabu.


Sumber, Rimanews

"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...