Loading...

Rabu, 28 September 2016

loading...

Budaya Politik Spanduk Dalam Pesta Demokrasi

    Rabu, September 28, 2016   No comments

 
Oleh, Bujang Efendi (Kabid PA HMI Cabang Palembang 2015-2016)

PALEMBANG, SriwijayaAktual.com - Akhir-akhir ini, tampak marak terjadinya sosialisasi politik beberapa nama kandidat yang akan diusungkan bakal maju sebagai calon Gubernur Sumsel pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)  serentak 2018. Keberagaman tampilan politik spanduk yang makin ramai ini menandakan pula warna-warni sebagai pelanginya sebuah demokrasi dan keragaman para kontestannya mulai bermunculan. Kehadirannya pun merupakan hal yang sangat wajar dan paling umum dilakukan untuk mengingatkan masyarakat bahwa Pilkada 2018 semakin mendekat,  dengan tujuan dan maksud tiada lain tiada bukan sebagai berikut ; pertama, untuk mengenalkan salah satu calon kandidat kepada masyarakat luas. Kedua, dengan adanya jargon tertentu membuat untuk lebih mudah dikenal. Ketiga, mensosialisasikan visi misi kandidat calon untuk 5 tahun kedepan. Namun kehadiran politik sepanduk,  menurut  penulis tidak ada jaminan bahwa Bakal Calon Kepala Daerah

Selain itu, politik spanduk tidak   hanya digunakan    fokus pada Pilkada melainkan agenda-agenda diluar politik yang dijadikan sebagai peluang untuk ‘‘cari panggung’’. Seperti ucapan selamat kepada hari besar islam, hari besar nasional, acara adat dan lain-lainnya yang dapat  jadikan sebagai ajang peluang untuk konsolidasi kekuatan secara tidak langsung. Hal itu semua merupakan seakan-akan mereka dinilai oleh masyarakat mendukung terhadap suatu kegiatan tersebut.    

Dengan bertebarannya  ratusan bahkan ribuan politik spanduk dari desa hingga ke Kota,  itu kurang efektif untuk dilakukan walaupun sudah umum untuk dilakukan dalam setiap pemilu. Namun, bahkan politik spanduk  dapat berdampak mengkotak-kotakkan pemikiran masyarakat awam yang awalnya tenang, damai,  hingga mulai bergeser paradigma bahkan fanatik menilai terhadap salah satu kandidat. Selain itu, juga dapat terjadinya perusakan spanduk rival politiknya. Masyarakat tidak butuh politik sepanduk yang menghabiskan puluhan juta rupiah. Tetapi masyarakat butuh pencerdasan dari calon kandidat.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk melakukan sosialisasi politik,  seperti langsung turun kemasyarakat dan melakukan suatu pertemuan mulai antar desa, antar kelurahan, antar kecamatan, antar kabupaten berdioalog interaksi langsung dengan masyarakat. Dan itu hemat penulis  fikir dapat lebih rill dan efektif reckruitmen suara. Karena  kandidat atau Calon Kepala Daerah (Cakada) dapat bicara langsung memaparkan tentang mengapa kandidat tersebut mau maju.? Apa program kerja 5 tahun kedepan.? Program apa yang diprioritaskan.? Dll.

Ada 2 hal yang menentukan mengapa masyarakat berparstisipasi memilih dalam pesta demokrasi, dan itu menjadi peran kita semua, terkhsusnya penyelenggara pemilu, yakni;  Pertama, adanya upaya pembangunan kesadaran politik masyarakat tentang hak dan kewajibannya sebagai warga Negara, dan Kedua, adanya kepercayaan terhadap pemerintah dalam hal ini Cakada yang terpilih dapat amanah. Sehingga masyarakat tidak apatis terhadap segala bentuk apapun yang sifatnya berbau politik.

Politik itu tidaklah kotor,  politik itu  tidaklah kejam, tetapi politik itu suci dan murni, namun  hanya saja aktor-aktor tertentu yang tidak bertanggung jawab, sehingga membuat  politik itu bergerak kotor, kejam, dan menghalalkan segala cara. Seharusnya politik itu adalah bagaimana upaya untuk memperbaiki suatu sistem kehidupan berbangsa dan bernegara. Moment pesta demokrasi inilah, saatnya pendidikan politik yang baik dibangun, untuk meluruskan kesalahan-kesalahan pemahaman masyarakat tentang politik, bahwa kita terjun kedunia politik bukanlah hanya semata-mata untuk mendapatkan kekuasaan atau harta dunia, tetapi  berpolitik hanya untuk membawa ajaran dakwah Islamiyah, sehingga etika dalam berpolitik tetap terpelihara dan terjaga dengan baikWaallahualam bishshawab.
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
loading...