Loading...

Kamis, 15 September 2016

loading...

Habiburokhman Khawatirkan Ahok Akan Kampanye Terselubung Jika Tidak Cuti

    Kamis, September 15, 2016   No comments

Loading...
Ahok Gugat UU Pilkada

JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Sidang lanjutan uji gugatan materi UU Pilkada yang diajukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Kamis (15/9/2016), diwarnai 'curhat' yang dilontarkan oleh Habiburokhman selaku pemberi keterangan. Dalam sidang, Habiburokhman menjelaskan kapasitas dirinya sebagai politikus Partai Gerindra serta calon kepala daerah.

Sebab itu, ia memiliki inisiasi untuk menjadi pemberi keterangan dalam sidang yang digelar di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Saya adalah politisi sebuah partai politik, mengikuti jenjang kaderisiasi dari tingkat paling bawah dari anggota, menjadi kader, menjadi pengurus dewan pimpinan pusat, dan sekarang menjadi anggota dewan pembina," kata politisi dari Partai Gerindra itu.

"Saya juga dinyatakan sebagai calon tetap DPR RI yang persyaratannya hampir sama dengan Pilkada. dan saya akan mencalonkan diri di masa yang akan datang, mungkin dalam pemilu serentak yang akan datang sebagai salah satu calon kepala daerah," jelasnya dalam sidang.

Lalu, usai menjabarkan sejumlah poin terkait alasan penolakan uji materi terhadap pasal 70 ayat 3 (a) UU Nomor 10 Tahun 2016, Habiburokhman mengkhawatirkan kampanye terselubung Ahok bila tak cuti kampante.

"Saya mau kasih ilustrasi Yang Mulia. Lebaran haji kemarin, saya nonton film. Sebelum film dimulai ada iklan meminta dukungan terhadap film Indonesia yang bintangnya adalah Bapak Basuki Tjahaja Purnama," ungkapnya.

"Saya merasa dulu-dulu kalau nonton film enggak ada iklan begini, gitu lho. Nah kita khawatir, di masa kampanye nanti, ada iklan membayar pajak, iklan imunisasi, iklan mengajak membuang sampah yang sebetulnya enggak ada yang salah tapi apa adil disaat calon lain tidak bisa muncul, beliau (justru) bisa muncul," beber dia.


Ia juga memberikan pandangan terkait ketidakadilan frekuensi kemunculan calon inkkumben di media yang lebih sering dibanding calon noninkumben.

"Yang paling sering petahana melakukan kampanye terselubung hampir setiap hari dengan menghadiri berbagai seremonial disaat penantang lain hanya boleh tampil beberapa kali, pada jadwal kampanye saja karena khawatir disemprit oleh Bawaslu karena kampanye di luar jadwal. Hal ini tentu saja sangat tidak adil karena akhirnya frekuensi kemunculan di publik sangat timpang," ujar Habiburokhman. (*).


Sumber, detiknews
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...