Loading...

Selasa, 20 September 2016

loading...

Kasus Jessica Jadi Sorotan Publik, KY Ingatkan Hakim Cerdas Dalam Pimpin Persidangan

    Selasa, September 20, 2016   No comments

Loading...
Sidang Jesica (Ilust)
JAKARTA, SriwijayaAktual.com  - Peliknya pengungkapan kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin yang diduga dilakukan Jessica Kumala Wongso membuat kasus itu menjadi sorotan publik. Tak jarang, masyarakat sengaja datang jauh-jauh ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk menyaksikan jalannya sidang secara langsung. 

Juru bicara Komisi Yudisial, Farid Wajdi mengingatkan majelis hakim untuk lebih cerdas dalam memimpin persidangan. Terlebih, bukan hanya masyarakat awam yang menonton sidang itu, tetapi juga kalangan profesional seperti para advokat.

"Saat ini, perhatian publik terhadap perkara ini semakin banyak yang melakukan, termasuk penyampaian pelaporan kepada kita baik terbuka maupun tertutup dalam bentuk pemberian informasi. Tentu hakimnya mestinya harus lebih cerdas lagi dalam memimpin persidangan," kata Farid saat dihubungi seperti dikutip dari Okezone, di Jakarta, Selasa (20/9/2016). 

Perlu diketahui, pelaporan terhadap hakim sidang Jessica sudah terjadi kedua kalinya. Laporan pertama dilakukan oleh kubu terdakwa Jessica dan ditujukan kepada hakim anggota, Binsar Gultom karena dianggap sangat aktif mencecar saksi dan ahli. 

Saat disinggung soal tanggapannya mengenai jajaran majelis hakim di sidang Jessica, Farid enggan berkomentar. Namun, ia menyarankan agar hakim bisa memperhatikan tutur katanya saat memimpin persidangan. 

"Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, bahwa proses yang ada, hakim semestinya tidak boleh bicara atau berbicara di luar putusannya. Artinya begini, hakim tidak boleh mengomentari memberikan keterangannya terhadap perkaranya sendiri maupun orang lain di luar proses persidangan," ujarnya. 


Namun, Farid enggan berkomentar banyak soal para hakim yang dinilai melanggar etika di persidangan itu. Terkait kemungkinan jajaran hakim tersebut untuk diganti, KY ternyata tak punya wewenang untuk melakukan hal itu. 

"Kalau laporan yang menyatakan (sikap) yang bersangkutan, yang pertama jika terkait dengan proses pergantian anggota majelis itu bukan kewenangan Komisi Yudisial, lalu kemudian yang kedua menyangkut yangbersangkutan kami tidak ingin mendahului proses pemeriksaan di Komisi Yudisial tentu setelah proses persidangan nanti selesai akan terjawab semuanya," tandas dia. (*).
"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...