Loading...

Selasa, 06 September 2016

loading...

Kasus Pembongkaran Mushala, Ini Jawaban Bupati Kepulauan Seribu

    Selasa, September 06, 2016   No comments

Loading...
Polemik penggusuran mushala di Pulau Pari.
JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Bupati Kepulauan Seribu, Budi Utomo menegaskan pembongkaran struktur bangunan Mushala di Pulau Pari, bukan urusan terkait sengketa rumah ibadah atau SARA. Menurutnya lokasi Mushala di Pulau Pari yang ramai diberitakan itu, berada dalam lahan yang sengketa, antara perusahaan dan warga. Tapi berkembang seolah Pemda Kepulauan Seribu ingin membongkar sebuah Mushala. 

"Ini persoalan sengketa lahan. Tidak ada Pemda mau gusur Mushala, kita juga mau menyediakan (mushala). Kita akan putuskan di titik yang lokasinya aman dari sengketa, yang sekaligus akan menjadi lokasi binaan UMKM di sana," kata dia, seperti dilansir Republika.co.id, Senin (5/9/2016).

Ia berharap publik, khususnya di DKI Jakarta jangan membawa persoalan ini menjadi SARA atau seolah mengorbankan hak warga muslim di Pulau Pari. "Janganlah diarahkan ke sana," ujarnya.

Sebagai Bupati, Budi menegaskan tugasnya adalah mengayomi semua pihak, bukan hanya warga tapi juga perusahaan yang memiliki bukti kepemilikan tanah. Bila memang warga mendirikan bangunan di lahan perusahaan, menurutnya warga harus mau memindahkan bangunan tersebut karena bukan miliknya.

Dan kalaupun warga masih bersikukuh lahan tersebut bukan milik pengembang, silakan ajukan keberatan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN). Dan warga yang masih keberatan telah ia fasilitasi untuk mengukur kepemilikan lahan masing-masing, tapi warga tetap tidak mau.  Setelah mendapatkan pertentangan, Budi telah meminta aparat di lapangan tidak membongkar sementara rangka bangunan Mushala. Namun ia memberi catatan warga tidak membangun terlebih dahulu Mushala tersebut, sampai dipindahkan ke titik lokasi yang baru.

Sementara itu, Ketua RW Pulau Pari Kepulauan Seribu, Khatur Ketya mengungkapkan awalnya pada Senin pagi, pemerintah yang terdiri dari Satpol PP, Lurah, Camat dan dari PPSUatau pasukan oranye, akan membongkar struktur bangunan Mushala di Pulau Pari di kawasan Pasir Perawan. Tapi karena diketahui warga, lebih dari 40 orang dari warga Pulau Pari kemudian menghadang petugas di depan pintu masuk Pantai Perawan. Dari situ ada pertemuan dan mediasi.

 
Posisi Mushala berada di dalam wisata gerbang Pantai Pasir Perawan, jauh dari garis padan pantai. Sebab warga memahami garis padan pantai berada 20 meter dari bibir pantai. Namun karena lokasi ini dianggap masih sengketa, maka Pemda setempat akan dilakukan penertiban lahan. (*).
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...