Loading...

Kamis, 29 September 2016

loading...

LAGI ...DAN LAGI ...Penggusuran di Era Ahok Jadi Gubernur DKI Jakarta

    Kamis, September 29, 2016   No comments

Warga Mengai Besi di Kalijodo dan Warga Kalijodo Menangis (BS)
JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Pagi tadi Rabu (28/9/2016), Pemprov DKI Jakarta kembali melakukan pembongkaran bangunan liadi kawasan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. Warga setempat melakukan penolakan dengan menggelar orasi budaya di lokasi penggusuran. Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli, budayawan Jaya Suprana dan Romo Sandiawan Sumardi hadir dalam aksi damai tersebut. 

Penggusuran berlangsung lancar. Tidak ada perlawanan dari warga saat anggota Satpol PP mencabuti dan merobohkan sejumlah bangunan yang dianggap tidak memiliki sertifikat yang sah. Menurut camat Tebet Mahludin ada 11 rumah warga di RW 10 yang tidak ikut digusur karena memiliki bukti sertifikat. Ke-11 rumah itu baru akan digusur setelah urusan ganti rugi lahan dengan Pemprov selesai dibayar.

Ini adalah penggusuran ke-11 dalam dua tahun kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. Pengusuran terakhir dilakukan Pemprov DKI di wilayah Luar Batang, Pasar Ikan, Jakarta Utara, 11 April lalu. Dua bulan setelah penggusuran paling menyita perhatian publik di Kalijodo, Jakarta Barat.

Berikut 10 penggusuran yang dilakukan Ahok sejak dilantik 19 November 2014 hingga hari ini. 
1. Pasar Ikan, Jakarta Utara
Penggusuran kawasan permukiman Luar Batang ini, selain karena dianggap melanggar Peraturan Daerah (Perda) soal pembangunan, Gubernur Ahok berencana membangun kawasan itu menjadi tempat wisata bahari dan religi di sekitar Masjid Luar Batang.
Penggusuran dilakukan di tiga lokasi di kawasan Luar Batang, yakni Kampung Akuarium, Pasar Ikan, dan sekitar Museum Bahari.

2. Kalijodo, Jakarta Utara
Pembongkaran lokalisasi prostitusi yang cukup terkenal di Jakarta itu bermula dari kecelakaan maut yang melibatkan pengemudi Toyota Fortuner, Riki Agung Prasetio. Dia menabrak dua orang hingga tewas usai mengunjungi sebuah cafe di Kalijodo. Dua rekan Riki di dalam mobil yang dikemudikannya juga tewas.

Riki mengaku bersama teman-temannya hanya minum bir didampingi beberapa pemandu lagu di Kalijodo. Setelah itu pergi ke Tangerang. Namun, apes setibanya di Jala Daan Mogot, Kalideres, kecelakaan hebat terjadi. Empat orang tewas dalam kecelakaan ini.

Buntut dari kecelakaan ini, Ahok marah besar. Dia berjanji akan meratakan Kalijodo karena dianggap sarang maksiat. Ahok juga berdalih akan mengembalikan fungsi Ruang Hijau Terbuka (RTH) di Kalijodo yang disalahgunakan menjadi bangunan "rumah bordil" dan cafe remang-remang. 
Pemprov akan mengalihfungsikan kawasan Kalijodo menjadi taman ramah anak, sehingga target 30 persen Ruang Terbuka Hijau dari total wilayah Jakarta tercapai.

3. Kampung Pulo, Jakarta Timur
Ada ratusan rumah yang digusur Pemprov DKI Jakarta di tempat ini. Alasan penertiban untuk memuluskan program normalisasi sungai Ciliwung. Pengerukan sedimentasi sungai dilakukan agar banjir kiriman dari Bogor tidak meluap ke permukiman warga.

Warga Kampung Pulo yang menjadi korban penggusuran merasa bingung lantaran dianggap sebagai penduduk ilegal. Padahal selama ini mereka membayar pajak, listrik dan air selama tinggal di Kampung Pulo.

Sejumlah warga Kampung Pulo mengadu ke LBH Jakarta atas penggusuran yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Pasalnya, mereka merasa dibohongi karena awalnya Pemprov DKI menjanjikan ganti luas tanah persis seperti yang terkena gusur.

4. Bidaracina, Jakarta Timur
Bidaracina menjadi kawasan yang terkena imbas dari normalisasi Sungai Ciliwung. Kawasan ini ditertibkan karena akan dibuat sodetan. Menurut Ahok, penggusuran warga Bidaracina dan Kampung Pulo berbeda berdasarkan kepemilikan tanah.
Tanah di Kampung Pulo merupakan milik negara, tanpa ada status sertifikat kepemilikan, sementara Bidaracina memiliki sertifikat, sehingga Pemprov akan membayar ganti rugi kepada mereka yang memiliki sertifikat.

5. Bukit Duri, Jakarta Selatan
Kawasan ini sebelumnya juga pernah dilakukan penggusuran. Ada 97 rumah yang digusur karena berada di bibir Sungai Ciliwung yang akan dinormalisasi. Kala itu, warga Bukit Duri sempat meminta dibangun kampung deret jika mau dilakukan relokasi. 


6. Pinangsia , Jakarta Barat
Kelurahan Pinangsia RW 06 memiliki tiga kampung yaitu Kunir RT 04, Balokan RT 05 dan RT 06 di Kecamatan Tamansari Jakarta Barat. Kampung yang sudah ada sejak tahun 1970-an ini semuanya berada di pinggiran sungai Anak kali Ciliwung.

Warga Pinangsia melakukan protes dan berunjuk rasa menolak penggusuran rumah mereka. Mereka berunjuk rasa di Balai Kota dan kompleks rumah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama "Ahok" di Pantai Mutiara.

7. Kemayoran, Jakarta Pusat
Penggusuran di lahan seluas 1.000 M2 di Ketapang Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat pun dieksekusi Keamanan dan Ketertiban (Trantib) gabungan Kota Jakarta Pusat.

Kepala Divisi Pemeliharaan Bina Lingkungan (PBL) Pusat Komplek Kemayoran Djatmika, menyatakan penertiban ini sudah diberlakukan melalui surat pemberitahuan kepada warga hunian, khususnya yang berlokasi di Gang Laler.

Sementara Camat Kemayoran, Herry Purnama, mengukapkan dalam eksekusi penertiban bangunan warga Gang Laler ini, kekuatan militer yang diturunkan mencapai hampir 500 personil gabungan, “Baik dari Trantib, Polri/TNI, Sudin Kebersihan sebanyak 14 mobil truk, Damkar 2 mobil, Dishub 2 mobil dan tenaga medis puskesmas Kecamatan kita terjunkan.

8. Waduk Pluit, Jakarta Utara
Proyek normalisasi Waduk Pluit yang telah berjalan sejak tahun 2012 ini telah berhasil membongkar 7.000 unit rumah dari 10.000 unit rumah yang ada.
Tahun 2014 sudah ditertibkan 2.000 bangunan, tahun 2015 penertiban tahap II target 2.000 bangunan lagi dan tahap III tahun 2016 target 3.000 bangunan ditertibkan," kata Koordinator Normalisasi Waduk dan Kali DKI Jakarta, Heriyanto.

9. Menteng Dalam, Jakarta Selatan
Sebanyak 185 bangunan liar di atas saluran air sepanjang 500 meter di Jalan Menteng Pulo, RT 05 RW 14, Menteng Dalam, Jakarta Selatan, ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Bangunan liar yang diratakan petugas terdiri dari pedagang kaki lima, pedagang sayur-mayur, pedagang buah, kelontong, dan kayu-kayu bekas pakai yang berserakan di atas saluran air.
Jalan Rasamala III, RT 03 RW 13, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan yang bakal dibangun ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA).

10. Kali Krukut, Jakarta Pusat
Ratusan bangunan liar yang berdiri di bantaran kali Krukut, Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat, dibongkar paksa petugas Satpol PP pada Rabu 30 September 2015.
Pembongkaran lebih dari 250 bangunan liar ini sengaja dilakukan Pemprov DKI, guna menormalisasi kali Krukut yang selama ini dipenuhi sampah akibat banyaknya bangunan liar.


Ini adalah penggusuran ke-11 dalam dua tahun kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. Pengusuran terakhir dilakukan Pemprov DKI di wilayah Luar Batang, Pasar Ikan, Jakarta Utara, 11 April lalu. Dua bulan setelah penggusuran paling menyita perhatian publik di Kalijodo, Jakarta Barat. (Red/Rimanews).
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
loading...