Loading...

Kamis, 15 September 2016

loading...

Lawan Ahok di MK, Yusril Sebut, Tidak Relevan Bandingkan Gubernur Dengan Presiden

    Kamis, September 15, 2016   No comments

Loading...
#Ahok Gugat UU Pilkada
Yusril Ihza Mahendra (Net)
JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sempat membandingkan lama waktu cuti bagi cagub inkumben dengan capres inkumben. Yusril Ihza Mahendra menilai sikap Ahok itu tidak tepat sasaran.

"Pemohon membandingkan ketidaksaman dalam hukum dan pemerintahan itu antara jabatan gubernur yang disandang pemohon dengan Presiden yang dikatakan oleh pemohon jabatannya sama-sama 5 tahun," kata Yusril di gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (15/9/2016).

"Membandingkan kedudukan Presiden dan Gubernur tidaklah relevan," imbuhnya.
Yusril mengatakan, perbedaan jelas terlihat antara kewajiban dan kewenangan dari kedua jabatan itu. Meski diwajibkan cuti, Yusril tetap mengatakan masa jabatan Ahok tidak akan mengalami pengurangan secara konstitusi.

"Masa jabatan Presiden diatur dalam norma konstitusi pasal 7, Gubernur tidak diatur dalam konstitusi tapi dalam norma UU . UU telah mengatur masa jabatan 5 tahun, ketika Gubernur jadi petahan, UU mewajibkan cuti selama masa kampanye. Dua-duanya diatur dalam norma yang kedudukannya adalah setara," papar Yusril.

"Kedudukannya adalah setara. Pembentuk UU pasti mempertimbangkan dengan seksama kenapa untuk Presiden tidak ada kewajiban cuti sementara untuk gubernur ada," sambung eks Mensesneg itu.

Lanjut Yusril, tidak benar jika dikatakan ada ketidaksetaraan terhadap hukum dan pemerintahan antara Gubernur dan Presiden. Yusril melanjutkan argumennya dengan menarik jejak kepemimpinan Ahok sebelumnya.

"Demi kesetaraan dalam hukum dan pemerintahan, telah mengalami beberapa kali perubahan. Pernah disyaratkan, jika seorang ingin maju diwajibkan berhenti dari jabatannya. Karena itu pada 2006 Basuki ketika itu menjabat Bupati Belitung Timur telah berhenti dari masa jabatannya yang baru 17 bulan dari 5 tahun karena maju Gubernur Bangka Belitung," urai Yusril.



Ahok membandingkan dengan ketentuan cuti bagi calon presiden petahana, yang dalam UU Pilpres lalu masih menggunakan normal yang sama di UU Pilkada. Cuti hanya beberapa hari. Jika sekarang calon petahana di Pilkada cuti hampir 4 bulan, maka pilpres juga harusnya demikian.

"Presiden, gubernur, wali kota dan bupati sama enggak? Posisinya di UUD 45 sama, dan Jakarta lagi," kata Ahok di Balaikota, Senin (8/8/2016).

"Kalau kamu kayak gini, presiden harus cuti dong kalau pikirnya seperti itu," imbuhnya. (kst/asp/detik)
"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...