Loading...

Kamis, 08 September 2016

loading...

Mantab !!! ... SMK N 1 Purworejo Berhasil Merakit Mesin Pemroses Gula Semut

    Kamis, September 08, 2016   No comments

Alat pemroses gula semut rakitan SMK 1 Purworejo.
PURWOREJO-JATENG, SriwijayaAktual.com - SMK Negeri 1 Purworejo berhasil merakit mesin pemroses gula semut. Pihak sekolah berencana mengaplikasikan alat tersebut untuk mendukung industri kecil gula semut yang berkembang di Kabupaten Purworejo.

Ide pembuatan mesin tersebut berawal dari bantuan pengembangan sekolah berbasis industri. "Program itu mengajak sekolah menciptakan sesuatu yang sesuai dengan potensi perekonomian masyarakat," kata Sugeng Wiyono, Guru Teknik Permesinan SMK 1 Purworejo, seperti dilansir KRjogja.com, Selasa (06/09/2016).

Pihak sekolah melakukan eksplorasi wilayah Purworejo dan menemukan fakta produktivitas gula semut kurang menggembirakan akibat dikerjakan secara manual. Padahal, katanya, potensi usaha itu untuk mendukung  perekonomian warga Purworejo sangat tinggi. Bahkan gula semut adalah produk ekspor unggulan Purworejo.

Guru dibantu siswa mulai mewujudkan rancangan konsep untuk membantu perajin, sehingga tercipta tiga jenis mesin. "Kami buat mesih pemasak, penghancur dan pengayak. Mesin memasak dan penghancur menggunakan tenaga motor bensin, sedangkan pengayak motor listrik," ungkapnya.

Kendati demikian, upaya mekanisasi itu tidak meninggalkan kearifan lokal yang selama ini digunakan perajin gula semut. "Untuk menghancurkan tetap menggunakan tempurung kelapa dan pengaduk pakai kayu. Kami tidak mengganti dengan logam karena ternyata meningkatkan kadar besi dalam gula semut," tuturnya.

Alat tersebut diujicoba dalam skala penelitian dan berhasil memproduksi gula semut. Kualitas produk yang dihasilkan juga lebih bersih. Namun alat tidak mempercepat proses pemasakan karena energi panas yang digunakan sama dengan memasak secara manual. Tetapi tiga alat tersebut sangat membantu karena perajin tidak mengeluarkan banyak tenaga. Mereka juga bisa mengerjakan aktivitas lain di rumah selama alat itu beroperasi.

Kepala SMK 1 Purworejo Budiyono mengemukakan, alat ciptaan sekolahnya itu memungkinkan diterapkan untuk skala industri kecil. Kebutuhan energi untuk mengoperasikan alat juga tidak banyak, hanya 1 - 2 liter premium dan listrik 125 watt serta 300 watt. "Cocok untuk komunitas dan alatnya mulai dilirik perajin Purworejo," ucapnya. (*).
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
loading...