Loading...

Kamis, 29 September 2016

loading...

Merebut Dan Berebut Dukungan Yusril Ihza Mahendra ....

    Kamis, September 29, 2016   No comments

Deklarasi Dukungan Untuk Yusril, 110916 @antara

JAKARTA, SriwijayaAktual.com –Yusril Ihza Mahendra kini menjadi rebutan kandidat gubernur yang bertarung pada Pilkada DKI 2017. Pasalnya, hanya Yusril yang dalam beberapa survei mempunyai elektabilitas mendekati pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat. 

"Beri saya waktu sebulan sampai 23 Oktober untuk mengamati sampai ketiga paslon ditetapkan sebagai calon tetap," kata Yusril kepada insan media kemarin, sambil mengaku tim sukses salah satu pasangan sudah melakukan lamaran politik.

Mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) ini mengaku peluang kegagalan calon saat ini masih terbuka; digondol KPK, dinyatakan tersangka, atau tidak memenenuhi rangkaian tes oleh KPUD.
"Saya wait and see dulu,"  kata Yusril lewat akun Twitternya (27/09/2016).

Pada survei Stratakindo, yang dilakukan pada 2-10 September 2016, Elektabilitas Top of Mind Yusril 19,8%, jauh mengungguli tokoh lain seperti Tri Rismaharini yang hanya 5,2%. Yusril cuma kalah oleh Ahok dengan perolehan 32,4%.

Masih dalam survei opini publik oleh Stratakindo, elektabilitas Yusril dari sepuluh nama calon juga hanya berada di bawah Ahok dengan 26,8%. Dikerucutkan menjadi 5 nama, elektabilitas Yusril bertahan di 27%, berada di bawah Ahok yang memperoleh 43,2%.

Sementara itu, sebelumnya, dalam survei Charta Politika yang dirilis medio Juni 2016, Yusril berada di urutan kedua ketimbang calon lain. Elektabilitas Ahok mencapai 44,5 persen, sedangkan Yusril 7,8 persen.

Yusril digadang-gadang menjadi kuda hitam dalam Pilkada DKI 2017 sebelum akhirnya tersingkir karena tak ada satu pun partai yang mau mengusungnya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta hanya menerima pendaftaran tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur untuk berlaga di pemilihan gubernur (pilgub) DKI 2017. Mereka adalah Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot), Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni (Agus-Sylvi), serta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno (Anies-Sandi). 

Meskipun tersingkir, pesona Yusril sulit untuk dikatakan musnah begitu saja. Hal ini karena lamanya Yusril melakukan sosialisasi pencalonan, dan didukung pembelaan Yusril terhadap warga korban penggusuran di meja hijau melawan pemerintah provinsi DKI.

Yusril membawa warga Bidara Cina menang atas Pemprov DKI dalam gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dengan nomor 59/G/2016/PTUN-JKT terkait dengan penetapan lokasi sodetan Kali Ciliwung yang berubah dari ketentuan sebelumnya tanpa pemberitahuan kepada warga.

Dalam pembacaan putusan di PTUN Jakarta, Senin 26 April 2016, majelis hakim memenangkan warga Bidara Cina karena menganggap SK Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terkait penetapan lokasi untuk pembangunan sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur telah melanggar asas-asas pemerintahan.

Kasus selanjutnya adalah dukungan Yusril terhadap warga Luar Batang dengan menjadi kuasa hukum. Yusril berjanji akan melawan penggusuran warga RW 01, 02, dan 03 Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara—dikenal sebagai Kampung Luar Batang—di meja hijau.

Untuk melawan Ahok, dukungan Yusril kepada salah satu calon memungkinkan peralihan massa pendukung yang cukup signifikan. Yusril bisa diplot untuk menjadi juru bicara, jurkam atau penasehat tim pemenangan.

Secara informal, relawan pendukung Yusril sudah bergerak selama beberapa bulan, meskipun pendeklarasian resmi baru dilakukan pada 28 Agustus 2016. Di sebuah restoran di Pulau Dua Senayan, Yusril meresmikan relawan dengan nama Dukung Yusril Untuk Jakarta (Duta Yusril).

Beberapa relawan yang deklarasi mendukung Yusril adalah Relawan Annisa, Yudisia, Jempol Rakyat, Rumah Relawan Jakarta, Banyu, Sahabat Yusril, Sayap Yusril, Penyu, Rangers Yusril, Laskar Luar Batang, Gerakan Pemuda Kamal Muara, dan Kobar.

Bamus Betawi yang diisukan hendak dibubarkan Ahok juga siap mendukung Yusril. Jadi, Yusril sebenarnya sudah mempunyai tim di akar rumput untuk suksesi pencalonan dirinya, yang mudah dialihkan untuk mendukung pasangan Agus-Sylvi atau Anies-Sandi guna menantang Ahok.


Jonru Ginting

Siapa paling mungkin menerima suara pendukung Yusril?
Meskipun Yusril belum menentukan keberpihakan, sebagian elemen pendukung sudah mulai ancang-ancang untuk menentukan sikap.

Pegiat medsos Jonru—bernama asli Jonriah Ukur Ginting Ihza—misalnya secara terbuka bakal mengalihkan dukungan kepada pasangan Anies Baswedan–Sandiaga Uno. Pria anti-Ahok yang memiliki ribuan follower ini beralasan Anies-Sandi didukung oleh PKS.

Meskipun pada awalnya berat, menurut Jonru, pilihan Anies-Sandiaga jauh lebih baik daripada pasangan lainnya seperti Agus-Sylvia atau Ahok-Djarot.
“Dan saya memutuskan untuk memilih Anies-Uno. Bukan karena saya menganggap mereka pemimpin terbaik. Namun saya beranggapan bahwa mereka adalah yang paling lumayan di antara tiga calon yang ada. Saya tidak memilih Ah-djrot karena Anda pasti tahu sebabnya” tulis Jonru di page Facebook pribadinya, Sabtu (24/9/2016).

Tentu saja, Jonru hanya sebagian kecil dari pendukung Yusril. Jadi, kasus ini tidak bisa dijadikan representasi liarnya arah pendukung Yusril pascakegagalan pencalonannya.
Namun, Ahok-Djarot akan diuntungkan jika Yusril tak menentukan sikap, atau bahkan jika pengacara kawakan itu menentukannya terlalu lama karena relawan berpotensi tercerai-berai akibat cecaran informasi media atau godaan kepentingan lainnya.  (*).


Sumber, Rimanews 



loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
loading...