Loading...

Senin, 19 September 2016

loading...

Pilgub DKI Jakarta 2017, Ahok Sebut Ada Potensi 650 Ribu Suara Fiktif

    Senin, September 19, 2016   No comments

Loading...
(Ilustrasi)
JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengungkapkan temuan ada 650 ribu nama sama yang berpotensi sebagai kecurangan untuk penggelembungan suara dalam Pilgub DKI 2017.  

"Jadi dari Dinas Dukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) perkiraannya (jumlah pemilig DKI) 7,5 juta. Tapi data yang kami lihat itu ada lebih 650 ribu suara double namanya semua," kata Ahok, saat ditemui di Balai Kota DKI, Senin (19/9/2016). 

Menurut Ahok, perbedaan perkiraan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) itu berdasarkan perkiraan dari Dukcapil DKI dengan data di KPU DKI. Untuk itu, dia Bawasalu DKI Jakarta untuk menyelidiki saat KPU DKI Jakarta melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit).

"Saya minta mesti diselidiki, apakah ada oknum yang gandain. Bukan dari kami loh. Kayak gini mesti diawasi karena yang ngisi DPT bukan kami," imbuh Ahok, yang sudah memastikan diri bakal kembali maju dalam Pilgub 2017 itu.

Gubernur berharap jumlah DPT nantinya disesuaikan dengan data e-KTP. Untuk itu, lanjut dia, Pemprov menargetkan pendataan warga yang belum merekam e-KTP sudah bisa beres hingga akhir tahun ini.


Ahok juga melihat ada potensi kecurangan lain jika DPT menggunakan surat keterangan sementara pengganti KTP (suket). Menurut dia, untuk menghindari kecurangan data suket maka penghitungan suara diminta dilakukan di Kantor KPU.

"Kalau pakai surat keterangan harus fair seperti di Australia. Kan enggak tau ini asli apa paslu, itu hitung suaranya harus di KPU, nggak boleh di TPS," tandasnya. (Red/Rima)
"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...