Jumat, 07 Oktober 2016

Ada Apa Ini ... Ada Apa Ini ??? ... Kok Ahok Dihujat Serta Diteriak' i "GILA"

    Jumat, Oktober 07, 2016   No comments



JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Seorang pria membuncah emosinya saat keluar dari ruang sidang Mahkamah Konstitusi (MK). Ketika itu MK baru saja selesai menggelar sidang dengan agenda mendengarkan keterangan ahli Presiden dalam lanjutan perkara pengujian UU Pilkada. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang saat itu sedang melayani door stop pewarta dicaci maki dengan kata-kata "Gila".

Pria yang saat itu menggunakan setelan rapi berjas hitam dan dasi hijau diketahui bernama Habib Novel Bamukmin. Dia tampak kesal dengan satu persoalan yang melibatkan Ahok dengan Ayat Suci Al'Quran."Ahok! Lu gila Hok ya! Ayat Suci lu mainin," teriak Novel tanpa ragu sambil berjalan keluar ruang sidang.

Begitu kerasnya lentingan suara Novel, Ahok sontak menoleh mencari sumber suara tersebut. Namun dia bergeming dan meneruskan lagi kegiatan tanya jawabnya dengan jurnalis.

Jarak antara Ahok dengan Novel tak lebih dari 10 meter. Dengan seketika staf khusus Gubernur bernama Rian Ernest langsung meminta petugas keamanan MK melindungi Ahok dengan cara menghalangi Novel."Tangkap-tangkap ambil KTP-nya," seloroh Rian.

Dengan sigap sekitar empat petugas keamanan MK langsung menggiring Novel menuju lantai bawah gedung MK. Namun, Novel yang ketika itu bersedia untuk dibawa memberhentikan langkahnya di tangga dan kembali melontarkan kata-kata binatang kepada Ahok.

Habib Novel Tak Rela Ahok Singgung Al-Quran dalam Kampanye
Pembina Advokat Cinta Tanah Air (Acta), Habiburokhman yang tampak di dalam satu rombongan dengan Novel menjelaskan, amarah salah satu anggotanya tersebut tidak ada kaitannya dengan sidang uji materi UU Pilkada yang diminta Ahok kepada MK.

Rasa kesal tak tertahankan tersebut, kata dia, berkaitan langsung dengan beredarnya video dialog Ahok bersama warga Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Dimana dalam video yang ramai di situs jejaring sosial YouTube itu Ahok kembali menyinggung Surat Al-Maidah ayat 51. Ketika itu pun Gubernur menyatakan rela tak dipilih warga, karena inti dari surat tersebut.
"Saya kira itu terkait dengan pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu minggu kemarin yang ramai di facebook hari ini, YouTube juga," kata Habiburokhman.

Sebelumnya, politisi Gerindra itu pun mengaku sudah mengimbau Novel agar menggunakan cara-cara yang elegan bila tidak terima dengan sikap Ahok terkait dengan dialognya dengan warga pulau."Saya sudah sarankan beliau, kalau tidak senang lapor sesuai prosedur ke Bawaslu. Itu mungkin karena melihat Pak Ahok langsung dia gak bisa nahan emosi, begitu," terang Habiburokhman.


Novel Bamukmin Pernah Berurusan Dengan Hukum karena Tolak Ahok
Habib Novel Bamukmin diketahui pernah menjadi terdakwa atas demo rusuh Front Pembela Islam (FPI) di depan Gedung DPRD DKI Jakarta lalu berlanjut ke depan Balai Kota Jakarta. Unjuk rasa itu ditengarai karena penolakan dilantiknya Ahok sebagai Gubernur pasca naik pangkatnya Joko Widodo (Jokowi) menjadi Presiden.

Dalam kerusuhan waktu itu, 16 polisi terluka akibat lemparan batu, kayu, dan sabetan senjata tajam. Sejumlah fasilitas umum juga rusak. Atas kerusuhan itu, polisi menetapkan 20 anggota FPI sebagai tersangka, termasuk penanggung jawab aksi, Habib Shahabudin Anggawi dan Habib Novel Bamukmin.

Novel sempat menghilang usai kerusuhan, sebelum akhirnya menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya.
Akibat aksi tersebut Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis pidana penjara selama 6 bulan 10 hari kepada 15 terdakwa anggota FPI. Majelis‎ menilai, 15 terdakwa itu terbukti melanggar peraturan perundang-undangan. Dalam hal ini melanggar Pasal 214 KUHP tentang perlawanan terhadap petugas.

Sementara, Habib Shahabuddin Anggawi dan Habib Novel Bamukmin divonis 7 bulan penjara. Keduanya terbukti melanggar Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan.

Ahok: Jangan Lawan Kami Pakai Surat Al Maidah Ayat 51
Entah karena persoalan apa, calon petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadikan Surat Al Maidah ayat 51 sebagai momok. Beberapa waktu lalu sebelum ramai dialog warga bersama Ahok di Kepulauan seribu, mantan Bupati Belitung Timur itu sejatinya pernah mengungkit hal yang sama di DPP Partai NasDem.

Saat itu dia meminta para lawan politiknya untuk berdebat masalah program pembenahan Ibu Kota bukan justru menggelontorkan isu SARA (suku, agama, ras, dan antar-golongan).
"Ayo berlomba program, bukan SARA," ungkap Ahok."Lawan ide kami, jangan pakai (Quran Surah) Al Maidah (ayat) 51," sambungnya.



Ayat Al Quran yang disebut Ahok tersebut mengingatkan kaum untuk tidak memilik orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin. Lebih lanjut Ahok berharap pencalonannya bisa membuktikan bahwa bangsa Indonesia, khususnya warga DKI, sudah tidak lagi mempersalahkan SARA. Apalagi Indonesia sudah 70 tahun merdeka. 

Karena itu, kata dia, kalau dia menang dalam Pilkada nanti, Indonesia lebih hebat dari Amerika Serikat. "Kalau ini bisa (menang), Indonesia bisa lebih hebat dari AS yang butuh 200 tahun untuk menerima kebhinnekaan," tandasnya. (*).


Sumber, rimanews
loading...
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner