Selasa, 18 Oktober 2016

Dapat Tekanan Dari Praktisi Kesehatan Dunia, PepsiCo Biang Obesitas, Janji Akan Kurangi Kadar Gula

    Selasa, Oktober 18, 2016   No comments

(Istimewa)
SriwijayaAktual.com - Raksasa soda, Pepsi Co Inc mengumumkan rencana untuk mengurangi kandungan gula dalam minumannya sebanyak 40 persen pada tahun 2025.

Dengan rencana ini, Pepsi akan paling tidak sekitar maksimal hanya 100 kalori atau maksimal kadar gula per 12 ons, juga reduksi kadar sodium dan lemak jenuh yang diaplikasikan di dua pertiga brand-nya. 

Seperti Dilansir  oleh Reuters, target tersebut lebih agresif dibanding rencananya sebelumnya untuk mengurangi kadar gula 25 persen pada tahun 2020.

PepsiCo dan rival beratnya, Coca Cola mendapat tekanan dari para praktisi kesehatan dunia dan berbagai negara. Kedua brand tersebut disebut-sebut sebagai penyebab tingginya obesitas dan diabetes penduduk dunia. 

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO bahkan merekomendasikan negara-negara untuk mengaplikasikan pajak tambahan untuk minuman dengan kadar gula yang tinggi untuk mereduksi konsumsi minuman jenis ini. Sejauh ini, baru Prancis dan Meksiko yang telah mengaplikasikan aturan ini. Rekomendasi WHO ini tentu mendapatkan pertentangan dari produsen minuman bersoda  termasuk PepsiCo. 

Untuk mencapai rencana tersebut, PepsiCo akan banyak memperkenalkan produk minuman ringan berkalori rendah dan memformulasikan ulang brand yang telah ada saat ini. 

Sementara itu, saingannya Coca Cola juga akan meluncurkan minuman rendah kalori dan tanpa kalori di seluruh jajaran produknya pada tahun 2020, untuk mereduksi krisis diabetes. 

"Ilmu pengetahuan telah berkembang. Hal ini memungkinkan kami untuk menemukan rasa baru dengan sedikit pemanis dan ini bukan tentang pemanis, tapi tentang pemahanan ramuan rasa," kata Direktur Ilmu Pengetahuan dan Riset PepsiCo Mehmood Khan. 

Rencana tersebut disambut oleh lembaga non-profit Ceres, yang bergerak di bidang corporate social responsibility. 

"Ini rencana yang amat baik. Ketika kita tengah menghadapi krisis obesitas, seharusnya kita dapat melakukan hal lebih jauh dari saat ini. Jika perusahaan makanan dan minuman tak memperhatikan masalah nutrisi, berarti mereka tidak peduli tentang masalah dunia saat ini," kata Mindy Lubber, presiden Ceres. 

Khan mengklaim bahwa perusahaannya telah memetakan langkah ini sejak 10 tahun lalu dan telah berhasil menghemat USD 600 juta dari hasil pengurangan pemakaian air, energi, packaging dan juga limbah produksi. 

"Bahkan return on investment melebihi dari ongkos produksi," kata Khan, menambahkan bahwa perusahaannya akan menjalankan hal serupa di bisnis yang akan datang. 

Selain itu, PepsiCo juga menargetkan reduksi 15 persen dari penggunaan air bagi jajaran supply chain nya pada tahun 2025 dan juga mengurangi emisi efek rumah kaca pada pada tahun 2030. 

Kendati menjadi produk terpopuler, PepsiCo hanya mendapatkan 12 persen pendapatannya dari total USD 63 miliar dari produk minuman bersodanya, Pepsi. (Red/RN).


Sumber, Reuters
loading...
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner