Rabu, 12 Oktober 2016

Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, 'Simposium Nasional Mahasiswa Indonesia'

    Rabu, Oktober 12, 2016   No comments


JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Kemerdekaan Indonesia telah berumur 71 tahun dan sudah silih berganti rezim penguasa di negeri ini. Tapi,  sampai detik ini rakyat Indonesia belum merasakan seutuhnya kemerdekaan  sesuai dengan cita-cita kemerdekaan Indonesia yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945. 

Ekspektasi rakyat Indonesia sangat besar pasca-kemenangan Jokowi-JK dalam Pilpres 2014. Dengan menggaungkan Revolusi Mental, Nawa Cita, dan blusukan pemerintah dengan mudah  meraih simpati rakyat. Rakyat yang sudah jenuh dengan rezim kapitalistik dan korup seakan mendapat angin segar dari Jokowi-JK. Terlebih rezim ini juga dikenal gemar mengkampanyekan diri sebagai pemimpin yang merakyat dan pro-rakyat. Komplet sudah harapan rakyat bahwa bangsa ini akan mencapai kondisi adil, makmur, dan berdaulat sesuai dengan cita-cita founding fathers.

Setelah dua tahun berjalannya pemerintahan Jokowi-JK, patutlah rakyat mengevaluasi apakah sejauh ini pemerintahan ini sudah berjalan sesuai prinsip good governance dan komitmen dengan janji-janji saat kampanye? Jika mau digolongkan, evaluasi dua tahun pemerintahan Jokowi-JK biia dibagi menjadi beberapa grand issue dan turunannya, sebagai berikut:

.        - Pembangunan Nasional
a.       Pembangunan kereta cepat yang menyalahi prosedural dan jalan di tempat
b.      Proyek infrastruktur strategis dibiayai dengan utang dan dikerjakan oleh pekerja asing
c.       Penyerapan tenaga kerja lokal sangat rendah dalam proyek-proyek strategis
d.      Pembangunan infrastruktur yang tidak merata antar daerah

2.      Kedaulatan Pangan dan Perdagangan Internasional
a.       Hampir semua pangan masih impor
b.      Kedaulatan pangan sulit terwujud karena masih banyaknya para mafia dan spekulan
c.       Mahalnya harga pupuk dan bibit sehingga semakin mempersulit petani.

3.      BUMN dan Keuangan Negara
a.       PMN BUMN yang kurang tepat sasaran
b.      Pimpinan BUMN yang dijadikan komoditas politik alias bagi-bagi kue kekuasaan
c.       Utang Indonesia yang meningkat drastis
d.      Penerimaan pajak yang tidak  sesuai target
e.       Penyerapan APBN yang rendah.

4.      Kemandirian Energi dan Lingkungan Hidup
a.    Untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan energi diperlukan percepatan pembangunan kilang  minyak.
b.      Perkuatpelaranganeksporbahanmaterial mentah
c.       Langkanya gas 3 kg
d.      Program listrik 35.000 MW yang masih jalan di tempat
e.       Reklamasi di seluruh Indonesia yang tidak mengindahkan aspek lingkungan
f.       Kebakaran hutan di beberapa daerah
g.      Banjir bandang dimana-mana karena penggundulan hutan.

5.      Pertahanan dan Keamanan
a.       PerkuatTeritorial lautdan udara
b.      Ancaman disintegrasi bangsa
c.       Pemberantasankorupsi
d.      Pendeteksian dini
e.       Penegakan HAM
f.       Kewarganegaraan.
g.      Narkoba, free sex, dan LGBT.

6.      Pendidikan dan SDM
a.       Jaminan pendidikan bagi semua rakyat Indonesia
b.      Kualitas pendidikan  yang rendah
c.       Meningkatnya pengangguran dan PHK.

7.      Agama, Sosial, dan Budaya
a.       Radikalisme
b.      Isu agama dijadikan komoditas politik
c.       Kemiskinan dan pengangguran
d.      Toleransi
e.       Liberalisasi media
f.       Perlindungan perempuan dan anak dari human traficking
g.      Perlindungan warisan budaya.

8.      Kemiskinan
a.       Jumlah penduduk miskin yang bertambah
b.      Daya belimasyarakat yang rendah
c.       Kesenjangananatar yang miskin dan yang kaya semakin meningkat menurut Indek Rasio Gini Indonesia
d.      Bantuan untuk rakyat miskin yang tidak tepat sasaran.

9.      Hukum
a.       Komitmen pemerintah dalam menjalankan undang-undang masih rendah
b.  Pemerintah banyak mengintervensi penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di Indonesia.
c.      Penegakan hukum yang tebang pilih
d.   Penuntasan kasus–kasus korupsi besar yang jalan di tempat, seperti BLBI, Century, suap Reklamasi, dll.
1.   Ekonomi
a.       Pertumbuhan ekonomi yang melambat
b.      Harga komoditas unggulan yang melemah seperti: sawit, karet, dan batubara
c.     Membanjirnya produk–produk impor dari Tiongkok yang bisa merugikan sektor produksi dalam negeri
d.      Tumpang tindihnya kebijakan pemerintah mengenai ikan tangkap
e.       Belum efektifnya 12 paket kebijakan ekonomi Jokowi-JK
f.       Tax amnesty yang salah sasaran
1.   Agraria
a.       Konflik agraria yang masih terjadi antara rakyat dan pemilik modal.
b.      Reforma agraria yang dicanangkan pemerintahan jokowi belum menyentuk akar permasalahan yaitu struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pengelolaan sumber-sumber agraria yang tidak adil.

Keresahan terhadap kondisi bangsa diatas mendorong kami mahasiswa Indonesia yang terdiri dari 12 organisasi mahasiswa ekstra kampus tingkat pusat (PB HMI, PB PMII, PP GMNI, PP PMKRI, PP GMKI, DPP IMM, PP KAMMI, PP KMHDI, PP HIKMAHUDHI, PP HIMMAH, EN LMND, PB PII) menyatukan tekad bergerak bersama mengingatkan rezim yang sedang berkuasa bahwa negara dalam ambang bahaya dan harus segera diselamatkan.
(Istimewa)

Untuk mempertajam fakta-fakta di atas kami berniat melaksanakan Simposium Nasional Mahasiswa Indonensia yang diikuti oleh 500 perwakilan mahasiswa seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke dan menghadirkan narasumber dari tokoh-tokoh bangsa dari kalangan akademisi, praktisi, birokrat, dan sebagainya. Agenda ini rencananya dilaksanakan pada 19 Oktober 2016 di Gedung Joang 45.



Hasil  dari Simposium Nasional Mahasiswa Indonesia berupa Manifesto Mahasiswa untuk pemerintahan Jokowi-JK akan disampaikan dalam rapat umum “Aliansi Mahasiswa Menggugat” pada 20 Oktober 2016 bertepatan dengan 2 tahun pemerintahan Jokowi-JK. Rapat Umum ini akan dilaksanakan di depan Istana Negara dan diikuti oleh 2.000 mahasiswa Indonesia. Rapat umum juga dilaksanakan di seluruh kabupaten/ kota se-Indonesia." Demikian bebernya Organisasi Mahasiswa Kelompok Cipayung Plus, An.Ketua Umum PB HMI melalui  release yang diikirim-diterima redaksi SriwijayaAktual.com - Selasa (11/10/2016) tengah malam. (Red)


Konferensi Pers Organisasi Mahasiswa Cipayung Plus "Menuju 2 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK" Jakarta, (11 /10/2016)
loading...
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner