Rabu, 05 Oktober 2016

FKPT Sebut Tujuh Kabupaten di Jambi Berpotensi Jadi Sarang Terorisme, TNI; Siap & Harus Mampu Mendeteksi Kelompok Pemecah Belah NKRI

    Rabu, Oktober 05, 2016   No comments

(ILustrasi)
JAMBI, SriwijayaAktual.com Aksi terorisme dan radikalisme saat ini menjadi momok bangsa Indonesia. Hasil penelitian Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jambi, tujuh kabupaten di Provinsi Jambi berpotensi kecil menjadi sarang teorisme.
 
Hal ini terungkap dalam seminar Meneladani Semangat Kepahlawanan Sultan Thaha, dalam rangka HUT ke-71 TNI, di Balai Prajurit, Korem 042/Garuda Putih, Kota Jambi, Selasa (4/10).

Seminar yang diadakan Korem 042/Garuda Putih ini dihadiri puluhan mahasiswa dari berbagai universitas. Selain meneladani sosok pahlawan Jambi, Sultan Thaha, dalam mengusir penjajah dari Jambi, para pembicara juga memberi materi bahwa perang saat ini bukan lagi melawan penjajah, tapi terorisme yang mengancam NKRI.

Kabid Penelitian FKPT Jambi, Mulawarman, mengungkapkan, di Jambi sudah ada tujuh kabupaten yang berpotensi menjadi sarang terorisme. Kabupaten itu adalah Kerinci, Merangin, Sarolangun, Muarojambi, Tebo, Bungo dan Tanjabtim.

“Potensi ini terjadi akibat berbagai faktor, diantaranya keamanan yang lemah, sosial budaya, alam dan geografis. Untuk mencegah itu perlu kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, seperti mengurangi pengangguran, menanamkan nilai agama dan budaya serta akhlak yang kuat sejak dini, sehingga tidak terpengaruh doktrin keras terorisme,” papar Mulawarman.

Seminar Kepahlawanan Memperingati HUT TNI  ke 71
Sementara itu, Kasrem 042/Garuda Putih, Letkol Try Haksoro, mengutuk keras terjadinya terorisme dan radikalisme saat ini. Itu perbuatan tidak terpuji dan bertentangan keras dengan norma agama manapun, terutama yang tidak menginginkan adanya kedamaian dan saling kasih sayang sesama umat manusia.

Kasrem minta para Babinsa sebagai ujung tombak TNI mampu menditeksi dini gejolak di masyarakat, mulai dari para pendatang baru, kelompok masyarakat yang dicurigai dan berpotensi memecahbelah NKRI.

“Teladan pahlawan Jambi Sultan Thaha bukan lagi berperang melawan panjajah, namun sudah berperang melawan kemiskinan, pengangguran, termasuk melawan korupsi yang merusak mental bangsa,” kata Tri Haksoro. (Red/infojambi)
loading...
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner