Selasa, 11 Oktober 2016

HHmmm ... Esek-Esek++ Kemukus Bergairah HOT Lagi, 'MUI Geram !!!'

    Selasa, Oktober 11, 2016   No comments

(Ilustrasi/prostitusi)
SRAGEN-JATENG, SriwijayaAktual.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sragen mendesak pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat segera membersihkan kawasan wisata Gunung Kemukus dari praktik kemaksiatan. Desakan disampaikan menyusul kembali maraknya praktik esek-esek di kawasan wisata ziarah makam Pangeran Samudera, Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang,  Kabupaten Sragen, tersebut.

Kendati sempat diopyak-opyak dan sempat 'tiarap', namun para Pekerja Seks Komersil (PSK) kembali marak beroperasi di Kemukus. Bahkan, tempat hiburan karaoke liar terus bertambah. Banyaknya wisatawan yang datang ke Kemukus membuat bisnis esek-esek tumbuh subur di kawasan ini.

Sekretaris MUI Sragen, Muh Fadlan Selasa (11/10/2016) mengatakan, pemkab berkewajiban untuk meluruskan mitos yang keliru soal ziarah makam Pangeran Samudra. Mitos keliru yang sudah berkembang membuat praktik kemaksiatan tumbuh subur di kawasan wisata dekat Waduk Kedung Ombo (WKO) ini.

Apalagi saat ini juga menjamur penginapan dan tempat hiburan karaoke yang mendorong praktik prostitusi berkembang dengan cepat. "Kami prihatin, Kemukus tidak bisa lepas dari praktik kemaksiatan. Ini menjadi pekerjaan kita bersama untuk membersihkan kawasan Kemukus dari segala bentuk kemaksiatan," ujar Fadlan.
Gunung Kemukus. ©2014 merdeka.com
Fadlan mengakui, pengurus MUI sudah bertemu khusus dengan Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati untuk memberi masukan terkait wisata Gunung Kemukus. MUI meminta pemkab membentuk tim khusus untuk meluruskan mitos keliru di Kemukus. "Memang dibutuhkan dana yang tidak sedikit untuk memberantas segala kemaksiatan tersebut. Tapi itu harus dilakukan agar Kemukus bisa dikembalikan menjadi wisata religi yang benar-benar terhindar dari maksiat," jelasnya.

Fadlan juga mengusulkan agar wilayah Kemukus dibangun pondok pesantren (Ponpes) serta Masjid besar untuk mendukung wisata di tempat tersebut. Kalau perlu, warga setempat diberdayakan dengan membuat souvenir, bukan membuka usaha karaoke dan tempat hiburan. "Bisa dijadikan semacam islamic centre sehingga wisatawan yang datang benar-benar berziarah," tandasnya. (Sam).


Sumber, KRjogja
loading...
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner