Loading...

Selasa, 25 Oktober 2016

loading...

Orang Miskin Berhak Jadi Dokter ...Dokter... Saya Ingin Jadi Dokter, "DLP oHH DLP" !!!

    Selasa, Oktober 25, 2016   No comments

Loading...

JOMBANG-JATIM, SriwijayaAktual.com - Ratusan dokter di Jombang menggelar unjuk rasa di halaman RSUD Jombang, Jawa Timur (Jatim)  Senin (24/10/2016).

Mereka menolak program studi DLP (Dokter Layanan Primer). Yakni program peningkatan kompetensi dokter dengan menempuh pendidikan tambahan selama enam semester atau tiga tahun.

Sekitar 70 dokter itu berbaris di depan RSUD Jombang sembari membentangkan spanduk tuntutan. Salah satu spanduk itu bertuliskan 'Turunkan Biaya Pendidikan Dokter, Orang Miskin Berhak Jadi Dokter'. Tuntutan juga disampaikan lewat orasi secara bergantian.

Ketua IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Jombang dr Ahmad Iskandar Zulkarnain mengatakan, pemerintah menggulirkan program DLP bagi dokter. Rencananya, tiap dokter harus harus menempuh pendidikan tambahan atau kompetensi selama enam semester.

"Biaya DLP sebesar Rp16,5 juta per semester atau sekitar Rp100 juta selama tiga tahun. Memang, untuk sementara pembiayaan itu disokong pemerintah. Namun kami yakin kedepan beban pembiayaan itu kita tanggung sendiri," ujar Iskandar.

Iskandar menilai program DLP sama halnya dengan pemborosan uang negara. Sehingga pada akhirnya membebani rakyat. Padahal, ketika selesai menempuh pendidikan kedokteran, maka seseorang sudah layak untuk menyandang profesi dokter.

"Makanya kami dari IDI Jombang menolak prgram DLP. Program itu memboroskan uang negara. Lebih baik digunakan untuk membangun fasilitas kesehatan untuk masyarakat. Semisal membangun Puskesmas," ujarnya.

Dalam aksi tersebut IDI juga menyoroti mahalnya biaya pendidikan dokter. Untuk bisa menempukan pendidikan kedokteran, diperlukan biaya hingga ratusan juta. Dengan begitu, profesi tersebut hanya bisa dinikmati kalangan menengah ke atas. Sedangkan masyarakat kere atau miskin hanya bisa bermimpi menjadi dokter.

"Dampaknya, ketika sudah menjadi dokter makan seseorang akan mencari uang untuk mengembalikan biaya pendidikan yang sudah dikeluarkan tersebut. Dokter tudak lagi berpikir soal kemanusiaan. Oleh karena itu kami juga meminta agar liberalisasi pendidikan dihentikan," katanya.
Baca Juga Ini Lur; DLP Lagi ... Sekolah Lagi .. Kapan Obati Rakyat?
Usai menggelar orasi, puluhan dokter itu bergerak ke Jl Wahid Hasyim atau jalan raya depan RSUD Jombang.
Di lokasi itu, para dokter membagikan bunga mawar dan selebaran kepada para pengguna jalan. Aksi damai itu sekaligus untuk memperingati hari ulang tahun IDI ke-66 yang jatuh pada 24 Oktober. [suf/ted]


Sumber, Berita jatim
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...