Loading...

Selasa, 25 Oktober 2016

loading...

Puluhan Dokter 'Gruduk' Dinkes dan DPRD Sampang .. " Terlaluh ..DLP oh DLP"

    Selasa, Oktober 25, 2016   No comments

Loading...
SAMPANG-JATIM, SriwijayaAktual.com - Puluhan dokter yang tergabung dalam IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Cabang Sampang, Senin (24/10/2016), gruduk  aksi unjuk rasa  menolak Program Studi (Prodi) Dokter Layanan Primer (DLP).

Dalam aksi yang dilakukan di depan kantor Dinas Kesehatan dan DPRD Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur (Jatim) itu, para dokter berorasi menolak program DLP yang dianggap membebani para dokter. Sebab, dalam aturannya, mewajibkan dokter yang hendak membuka prakter mandiri sebagai dokter layanan primer harus menempuh pendidikan lagi selama enam semester.

"Saya kira ini tidak mendasar, karena pembentukan DLP itu tidak melalui studi dan penelitian terkait kebutuhan dari Kemenkes. Sehingga kami menilai hanya berdasar atas tingginya angka rujukan yang ditekankan oleh BPJS kesehatan," terang Indah Nur Susanti Ketua IDI Cabang Sampang.

Tidak hanya itu, Indah menilai, dengan tingginya angka rujukan di BPJS menunjukan kurang kompetennya keberadaan dokter yang ada di seluruh Indonesia saat ini. Padahal, menurut Indah, seluruh dokter telah mengikuti tes kompetensi yang berlapis-lapis setiap lima tahun sekali.

"Jadi bagi universitas kedokteran ternama nantinya akan kebanjiran peminat. Berapa keuntungan pendidikan yang diperoleh dari itu. Tapi di sisi lain, berapa kerugian yang diterima para dokter," ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sampang, Rahmat Hidayat Rifai mengaku, akan menindak lanjuti tuntutan IDI Cabang Sampang. Bahkan pihaknya siap memfasilitasi keluhan para dokter tersebut.

"Nanti kami akan sampaikan kepada Ketua Komisi II untuk ditindak lanjuti biar dibahas di tingkat internal. Sekali lagi kami siap memfasilitasi mereka," ucapnya.
Baca Juga Ini; Aksi Unjuk Rasa Tuntut Atas Mahalnya Biaya Pendidikan Kedokteran
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang, Firman Pria Abadi mengatakan, penerapan Prodi DLP saat ini terjadi penolakan masif oleh seluruh dokter di Indonesia. Untuk itu pemerintah daerah akan turut merespon dan berjanji menyampaikan keluhanan para dokter yang ada di wilayahnya.

"Saya mewakili Pemkab akan menyampaikan keluhan dokter yang ada di Sampang khususnya kepada Kemenkes," kata Firman Pria Abadi. [sar/suf]


Sumber, berita jatim
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...