Kamis, 13 Oktober 2016

Sentil Nusron Wahid, Ustadz Yusuf Mansyur Nangis Minta Publik Tak Arogan pada Ulama

    Kamis, Oktober 13, 2016   No comments

Yusuf Mansur
SriwijayaAktual.com - Ustadz Yusuf Mansyur mengungkapkan kritik terhadap mantan ketua tim sukses Ahok, Nusron Wahid, yang terlalu arogan terhadap ulama. Saat itu, Nusron yang menjadi bintang tamu Indonesia Lawyer Club (ILC) menyentil MUI, Ahmad Dhani dan semua orang yang menghakimi Ahok. 

"Yang paling sah untuk menafsirkan dan paling tau tentang Alquran itu sendiri, adalah Allah dan Rasullulah, bukan MUI, bukan Ahmad Dhani…," kata Nusron Wahid saat diberi kesempatan bicara di acara yang dipandu Karni Ilyas itu.

Nusron Wahid


Pernyataan tersebut langsung menimbulkan pro kontra. (12/10/2016), Ustadz Yusuf Mansyur juga mengkritisi langkah Nusron dan meminta publik berhati-hati dan tidak emosional serta menghakimi ulama.

Twitter Yusuf Mansur /Berbagisemangat 'Menangis'


Dalam video tersebut, Yusuf bahkan sempat menangis tersedu-sedu. Meski sudah dihapus, video tersebut masih beredar viral di media sosial.

"Bismillaah... Saya dan kita semua, berdoa, dan doakan Pak Haji Nusron. Spy amarah. Apalagi sampe penuh amarah. Tdk arogan. Menghargai ulama, menghargai para guru, yang dari para gurunyalah Nusron bs baca Ayat Suci. Kalau bukan dari para guru dan para ulama, yang terus bersambung kepada Rasul, darimana beliau dan kita semua bisa tau baca dan paham makna ayat demi ayat? Satu hal. Nusron sahabat kita. Sama2 ummat Nabi. Adalah salah kalau kita yang malah saling berperang. Adalah salah kalau kita yang malah saling menyerang. Semoga tidak perlu lagi di antara kita saling menyerang sendiri. Jangan ampe salah milih musuh. Jadi, saling meluruskan, boleh. Saling menasihati boleh. Tapi jadi saling bertikai, meledek, merendahkan, tidak menganggap, satu sama lain, maka itu yg ga boleh. Hrs krn Allah semua. Dan yang terpenting, saling doa. Jangan biarkan justru kita yang saling berantem.

Saya pribadi, banyak2 minta didoakan. Bertambah lagi pelajaran u saya anak bawang ini. Untuk menghargai orang2 tua, utamanya para guru dan ulama. Tidak meninggikan suara di hadapan ulama. Apalagi disaksikan jutaan orang. Yg kelak akan jadi value tersendiri. Value yg ngeri kalau jd standar anak2 muda. Oh boleh ya? Melotot dan ngomelin ulama? Ngeri sekali. Jangan sampe saya malah menghina dan merendahkan ulama, tanpa batas. Semua ulama jadinya. Dan itu berarti, ulama terdahulu, sampe ulama akhir zaman. Sedang, satu ulama saja, "beracun dagingnya". Maksudnya gmn? Jika kita ga suka, apalagi sampe merendahkan, membenci, ribut, sama ulama, maka kitalah yang terbunuh. Kitalah yang sakit. Kitalah yang hancur. Kualat kalo bahasa gampangnya mah. Ini pelajaran tambahan lagi buat saya setelah liat rekaman ILC. Selain jd ladang amal u berdoa, mendoakan, dan minta didoakan. Terus terang, saya nangis. Yaa Allah, selamatkan ummatnya Nabi ini. Apalagi ini Bulan Suci. Yaaa Allah, tolong lah kami. Hilangkan semua penyebab kami menjadi gaduh ini...Ust. Yusuf Mansyur," ungkap Yusuf di video tersebut. (*).


Sumber, rimanews 
loading...
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner