Rabu, 12 Oktober 2016

Tokoh Muda Kader Golkar Ini, Cap Ahok Cacat Moral

    Rabu, Oktober 12, 2016   No comments

Fatwa MUI
JAKARTA, SriwijayaAktual.com -  Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dinilai sudah tidak layak lagi mengisi jabatan apapun di Indonesia. Pandangan ini mengacu kepada sikap MUI yang merekomendasikan Ahok telah menghina Alquran dan ulama terkait pernyataan tentang surat Al Maidah ayat 51. 

"Ahok telah memiliki cacat moral dan bahkan bisa sangat mungkin cacat hukum. Ahok telah menciderai makna ke-Indonesiaan yang rukun, damai, saling menghormati, dan toleran, di antara perbedaan yang selama ini berjalan baik," kata Kader Golkar Ahmad Dolly Kurnia, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/10/2016).
Menurut Ahmad, kepolisian harus segera memproses semua laporan yang telah disampaikan atas dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok tanpa ada keraguan ke ranah pidana demi asas keadilan di mata hukum. "Polri tidak punya alasan apapun untuk membedakannya terhadap seorang Ahok, sekalipun dia saat ini sebagai pejabat publik."

Sebagai kader Golkar, Ahmad akan menuntut Dewan Pembina dan Dewan Kehormatan partai untuk meminta DPP Partai Golkar mencabut dukungan terhadap Ahok untuk Pilgub DKI 2017.

"Jangankan bicara ada manfaatnya, bahkan saat ini sangat bisa merugikan partai. Apa untungnya kita berada di depan melindungi orang yangg terang-terang sudah melakukan penistaan agama dan menjadi sorotan serta amarah publik," tandas tokoh muda Golkar itu.

Kemarin, (11/10/2016)  MUI mengeluarkan sikap atas pernyataan Bakal Calon Petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama alias Ahok terkait surat Al Maidah ayat 51 di Kabupaten Kepulauan Seribu pada Selasa, 27 September 2016 lalu.

Pernyataan Ahok tentang surat Al Maidah ayat 51 yang dipakai ulama untuk membohongi pemilih dalam Pilkada adalah bentuk penodaan agama. MUI juga menegaskan ulama wajib menjelaskan surat Al Maidah ayat 51 sebagai panduan umat dalam memilih pemimpin dalam pilkada.

"Hukumnya haram dan termasuk penodaan terhadap Alquran bila menyebut kandungan surah al-Maidah ayat 51 yang berisi larangan menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin adalah sebuah kebohongan," kata Ketua MUI Maruf Amin dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Selasa (11/10/2016).

MUI menekankan setiap orang Islam wajib meyakini kebenaran isi surat Al Maidah ayat 51 sebagai panduan dalam memilih pemimpin. Alquran surat Al Maidah ayat 51 secara eksplisit berisi larangan menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin.


Ayat ini menjadi salah satu dalil larangan menjadikan nonmuslim sebagai pemimpin. "Ulama wajib menyampaikan isi surah Al Maidah ayat 51 kepada umat Islam bahwa memilih pemimpin muslim adalah wajib," tegas Maruf.

Terakhir, MUI menyatakan sikap Ahok yang menuduh ulama melakukan kebohongan dengan dalil surat Al Maidah ayat 51 tentang larangan menjadikan nonmuslim sebagai pemimpin adalah penghinaan terhadap ulama dan umat Islam. (*).





Sumber Red, rimanews
loading...
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner