Rabu, 19 Oktober 2016

Tuntut Ganti Rugi Lahan ke KemenPU-Pera, Warga Makassar Tutup Jalan Tol

    Rabu, Oktober 19, 2016   No comments

Aksi Unjuk Rasa di Tol Reformasi  (19/10/2016)
MAKASAR-SULSEL, SriwijayaAktual.com - Puluhan warga aksi unjuk rasa  menutup jalan tol di gerbang Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (19/10/2016). Mereka menuntut ganti rugi pembebasan lahan proyek jalan tol senilai Rp 9 miliar lebih ke pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU-Pera).

Para pendemo mengatasnamakan ahli waris Intje Koemala versi Chandra Taniwidjaya. Mereka juga didukung kelompok mahasiswa. Akibatnya, arus kendaraan melambat karena badan jalan menyempit.

Aksi ini juga dikawal ketat dan dipantau langsung Wakapolrestabes Makassar, AKBP Hotman Sirait dan Kapolsek Tallo, Kompol Henki Ismanto.

Kuasa hukum warga, Andi Amin, mengatakan pihaknya kembali unjuk rasa karena hingga 15 tahun diperjuangkan, dana ganti rugi belum juga cair. Padahal kliennya telah memenangkan sengketa hingga tingkat Mahkamah Agung.
"Kami akan terus turun jalan hingga ganti rugi dibayarkan," kata Andi Amin.


Tuntutan Tidak Didengar KemenPU-Pera, Warga Makassar Buka Tenda di Tol
Aksi unjuk rasa puluhan warga di Makassar menuntut ganti rugi Rp 9 miliar masih berlangsung, Rabu (19/10). Setelah menutup sebagian jalur tol, mereka kini mendirikan tenda di pinggir jalan di depan Gerbang Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Makassar.

Kuasa hukum warga, Andi Amin, menuturkan pendirian tenda ini sengaja dilakukan sebagai wujud perjuangan. Sebab, pihaknya tidak mendapat kepastian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPu-Pera) mengenai ganti rugi.
Warga Blokir Jalan Tol di Makassar, Masang Tenda
Menurut Andi, aksi ini sebenarnya tidak perlu dilakukan. Namun, ketika mendatangi kantor Dinas Pekerjaan Umum Sulawesi Selatan (Sulsel), pihaknya tidak mendapat respon baik.

"Katanya Pak Kadis tidak ada. Jadi kami hanya ditemui seorang Kepala Bidang dan mereka mengaku tidak tahu menahu kasus sengketa tanah di jalan tol itu," kata Andi Amin.

Andi menegaskan terus menggelar unjuk rasa sampai pihak KemenPU-Pera mencairkan dana ganti rugi pembebasan lahan yang sudah 15 tahun diperjuangkan. "Kita buat tenda di sini untuk jadi posko aksi agar khalayak tahu perjuangan kami," terangnya Andi Amin. (*). 


Sumber, Merdeka.com 
loading...
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner