Loading...

Senin, 31 Oktober 2016

loading...

"UMAT ISLAM INDONESIA MENGGUGAT", Jokowi; "Demonstrasi adalah Hak Demokratis Warga, Tapi Bukan Hak Memaksakan Kehendak dan Bukan Hak Untuk Merusak"

    Senin, Oktober 31, 2016   No comments

Ribuan masa Gerakan Umat Islam Sumsel, Aksi Dihalaman DPRD Sumsel, (14/10/2016) Tuntut Adili Ahok

JAKARTA, SriwijayaAktual.com  - Presiden RI Joko Widodo mengomentari rencana aksi demonstrasi akbar yang akan digelar kelompok masyarakat untuk menolak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai gubernur DKI Jakarta pada 4 November 2016.

Presiden menegaskan, pemerintah menghargai hak demokratis rakyat untuk menyuarakan pendapat. Namun begitu, Jokowi mengingatkan demonstran untuk tak bertidak anarkis saat melakukan unjuk rasa. "Demonstrasi adalah hak demokratis warga, tapi bukan hak memaksakan kehendak dan bukan hak untuk merusak," ujarnya, di Jakarta Convention Center, Senin (31/10/2016).

Pemerintah, sambung Presiden, akan menjamin hak menyampaikan pendapat. Namun, kata dia, demonstran juga harus mengutamakan ketertiban umum. "Aparat keamanan sudah saya minta bersiaga dan melakukan tugas secara profesional jika ada tindakan anarkis oleh siapa pun," kata Jokowi.
Rencanaanya Pada Jumat (4/11/2016) kedepan, ratusan ribu massa umat Islam dari penjuru Indonesia, dari berbagai ormas berencana melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran sebagai kelanjutan atas aksi protes berkaitan dengan kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan pejawat Basuki Tjahaja Purnama. Demonstran berencana mengepung Balai Kota DKI Jakarta dan Istana Kepresidenan Jakarta.
Ribuan massa unjuk rasa terkait pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama soal surah Al Maidah ayat 51 bergerak dari Masjid Istiqlal ke Balai Kota DKI, Jumat (14/10/2016).

Sementara itu, pada hari ini, Senin (31/10/2016), Ormas Islam dan Organisasi Mahasiswa atau Pemuda  Islam, seperti: ICMI Sumsel, KAHMI Sumsel, MUI Sumsel, FPI Sumsel, FUI Sumsel, DMI,  HMI Cabang Palembang, PII Sumsel dan Ormas Islam lainya yang dengan estimasi  ribuan massa aksi Umat Muslim Sumsel, sudah mulai ada yang berangkat secara bertahap menuju DKI Jakarta, dengan tuntutan yang sama Pecat dan penjarakan Ahok.
Seperti diketahui, kasus dugaan penistaan agama ini bermula saat Gubernur Ahok menyampaikan orasi di hadapan pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, 27 September lalu. Saat itu Ahok menyitir surat Al Maidah ayat 51 dan meminta warga jangan mau dibohongi oleh calon yang membawa ayat tersebut untuk kepentingan politik. (Red)


Source, Rebuplika.co.id

loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
loading...