Selasa, 18 Oktober 2016

Ya ..Cacam, Mamak !!! Hutang Kita Sekarang Sudah Rp.4.200 Triliun, BI; Tenang Ya Posisi Hutang Indonesia Masih Cukup Sehat

    Selasa, Oktober 18, 2016   No comments

(Ilustrasi)
SriwijayaAktual.com - Bank Indonesia (BI) mencatat pelambatan pertumbuhan utang luar negeri Indonesia pada bulan Agustus yang menjadi sebesar USD 323 miliar atau sekitar Rp 4.200 triliun. Angka tersebut menjadikan pertumbuhan utang luar negeri tahun berjalan atau dari periode Januari hingga Agustus melambat sebesar 6,3 persen, lebih rendah jika dibandingkan dengan pertumbuhan ULN hingga Juli yang mencapai 6,6 persen. 

Menurut publikasi dari situs BI, utang jangka panjang masih mendominasi total utang luar negeri Indonesia dengan proporsi 87,5 persen atau sebesar USD 282,5 miliar. Sementara itu, utang luar negeri jangka pendek hanya terhitung 12,5 persen dari total utang atau sebesar USD 40,5 miliar. 

Kemudian, menurut kategorinya, utang swasta juga melanjutkan dominasi utang luar negeri dengan 50,6 persen atau USD 163,3 miliar, dibanding sektor publik dengan 49,4 persen atau USD 159,7 miliar. Melihat tren sejak Januari, utang pemerintah meningkat 19,2 persen, lebih tinggi dari sebelumnya yang hanya 18,7 persen pada bulan Juli, sebaliknya utang swasta justru melanjutkan tren penurunan  yakni 3,7 persen, melebihi penurunan bulan Juli yang 3,0 persen dari Januari. 

Menurut sektor ekonomi, ULN swasta pada akhir Agustus 2016 terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, serta listrik, gas dan air bersih. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 75,5%. Bila pertumbuhan tahunan keempat sektor tersebut dibandingkan dengan Juli 2016, pertumbuhan ULN sektor industri pengolahan dan sektor listrik, gas & air bersih tercatat meningkat. Sementara itu, ULN sektor pertambangan dan sektor keuangan masih mencatat pertumbuhan negatif.

Dengan penurunan catatan utang luar negeri ini, Bank Indonesia menilai posisi utang Indonesia masih cukup sehat. Namun, BI tetap mewaspadai risiko terhadap perekonomian nasional, terutama yang terdampak dari utang swasta. Kewaspadaan ini memberikan keyakinan bahwa ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi. (Red/RM)
loading...
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner