Loading...

Selasa, 15 November 2016

loading...

Ahok Sebut, Golkar dan NasDem Serta PPP Tidak Bisa Tarik Dukungan

    Selasa, November 15, 2016   No comments

Loading...
Dok/Net; Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Fayakhun Andriadi (kanan) Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (kiri) bersama Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto (tengah)


JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tak ambil pusing soal ancaman tarik dukungan dari partai pengusung menyusul dugaan kasus penista agama yang dialamatkan kepadanya, karena hak setiap partai untuk melakukan evaluasi.

Namun, menurutnya, dukungan yang sudah diberikan oleh partai tidak bisa dicabut lagi. 
"Partai tidak bisa cabut dukungan lagi, karena undang-undang. Jadi, santai saja," ucap Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/11/2016).

Setidaknya ada tiga partai yang ribut-ribut mengancam akan menarik dukungan pasca mencuatnya kasus penistaan agama, dan menyulut aksi demo hebat 4 November lalu. Mereka adalah, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Djan Faridz, Partai NasDem, dan Partai Golkar.
"Tidak apa, wajar saja. Kita saja sama istri juga evaluasi," seloroh Ahok.

Sebelumnya diketahui atau  diberitatakan, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengaku akan mengevaluasi pencalonan Ahok bila yang bersangkutan berstatus tersangka. Ahok saat ini berstatus sebagai terlapor dalam kasus dugaan penistaan agama atas ucapannya yang menyitir salah satu ayat dalam kitab suci saat berbicara di hadapan warga di Kepulauan Seribu.

"Kalau Ahok tersangka, kami evaluasi pencalonannya. Kami kaji aspek yuridis dan moralnya. Moralitas kita sebagai partai pendukung harus tetap dijunjung tinggi," kata Paloh saat menghadiri perayaan ulang tahun kelima Nasdem di kantor DPP Nasdem, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat pekan lalu.

Sementara Sekretaris Jenderal PPP kubu Djan Faridz, Dimyati Natakusumah mengungkapkan, ada beberapa alasan melatarbelakangi evaluasi sikap PPP. Satu di antaranya, karena isu dugaan penistaan agama yang berujung pada demonstrasi besar-besaran 4 November lalu.

Dimyati menuturkan, sejumlah alim ulama dan konstituen PPP juga mengusulkan agar dukungan terhadap pasangan Ahok-Djarot dikaji dan dievaluasi, "Kami juga mau melihat arah pemerintah, terutama presiden," ujarnya. 

Baca Juga Ini; Tokoh Muda Golkar Ini Sebut, Belum Terlambat Tarik Dukungan Terhadap Ahok

Kamis pekan lalu, juga Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie keras menyebutkan bahwa partainya harus mengevaluasi dukungan ke Ahok-Djarot. Menurut ical sapaan karibnya, Golkar harus mengambil sikap dalam masalah penistaan agama yang dilakukan Ahok. Penistaan agama, menurutnya persoalan yang serius.

"Tentu Partai Golkar partai pendukung ahok, sudah diputuskan dalam rapat, tapi kita harus punya sikap. Orang yang didukung tidak boleh menistakan agama, penistaan agama apapun. Ini masalah serius," kata Ical di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Kamis lalu. (*)


Sumber, rimanews

loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...