Loading...

Rabu, 16 November 2016

loading...

Aksi Unjuk Rasa Ahli Waris Musawir Bin Yahuza, Mendesak Ganti Rugi Lahan Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya

    Rabu, November 16, 2016   No comments

Loading...
Masa Aksi Penggunjukrasa
PALEMBANG-SUMSEL, SriwijayaAktual.com -  Puluhan massa  dari Masyarakat dan Ahli Waris Musawir Bin Yahuza, gruduk aksi unjuk rasa  di lokasi pembangunan Mesjid Raya Sriwijaya, Jakabaring Kota Palembang, Sumsel, Rabu (16/11/2016),  Mendesak Ganti Rugi Lahan Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya.

Dalam orasi tuntutanya, koordinator aksi, Musawir Bin Yahuza, mengatakan, mendesak Pemprov.Sumsel  untuk  menghentikan proyek pembangunan Mesjid Raya Sriwijaya, dikarenakan belum adanya ganti Rugi pembayaran tanah milik  Musawir Bin Yahuza oleh Pemprov Sumsel."Tegasnya.

"Kami rakyat kecil menuntut ganti rugi atas tanah hak kami sesuai berdasarkan keputusan Pengadilan Negeri kelas I A Palembang Nomor 200/Pdt.G/2015/PN.Plg."Tandasnya  Musawir.

Pantauan Sriwijaya Aktual dilokasi aksi, perwakilan dari pengunjukrasa  di ruang rapat proyek Pembangunan Mesjid Raya Sriwijaya, diterima secara  mediasi dengan pihak Pemrov Sumsel diantaranya: Hardani  (Kabiro Hukum)  Edwar Chandra (Kabiro Pemerintahan)Robani (Kabag Biro Hukum Sumsel), diikuti Kompol Budi Santoso (Kasat Intel Polresta Palembang), dan Ferdian (Kasi Ops Pol PP  Sumsel).

Adapun hasil dari Mediasi tersebut, diantaranya;  Pertama,  Dalam putusan pengadilan pertama Perkara tersebut,  sudah dimenangkan oleh  Musawir dan pihak Pemrov Sumsel mengajukan banding ke Pengadilan.  Saat ini  masih dalam proses hukum baik penggugat dan tergugat berhak ajukan banding, dan banding tidak ada penyelesaian, Pemprov  ajukan Kasasi.

Kedua, dalam putusan pengadilan,  juga tidak dijelaskan ada,  disebutkan tanah tersebut  status Qua dan pembangunan masih tetap dijalankan dan jika  Musawir menang dalam putusan pengadilan, berhak atas tanah tersebut,  pihak Pemprov Sumsel  akan membayar ganti Ruginya.  Namun pihak Pemprov.Sumsel  meminta supaya  masalah ini diselesaikan dengan musyawarah.
Perwakilan Penggunjuukrasa Dimediasi

Ketiga, pihak Pemprov Sumsel,  memahami apa  yang disampaikan oleh  Musawir. Namun harus juga dilihat dari sisi Pemerintah Provinsi Sumsel, mengklaim  data yang ada dipemrov bahwa tanah tersebut  sudah diganti rugi. Jika  diganti rugi lagi belum ada putusan pengadilan dan pemerintah sudah menyalahi prosedur dan tidak dapat  memenuhi permintaan  Musawir dan pembayaran ganti rugi tidak boleh dua kali dan apabila  ganti rugi ada putusan pengadilan baru akan kami bayar dan ganti rugi tanah milik Musawir.


Keempat, Putusan Pengadilan tidak ada perihal penghentian pembangunan,
Putusan Pengadilan belum inckra, dalam putusan itu juga tidak djelaskan berapa besar biaya ganti ruginya.

Kelima,  Pemrov Sumsel melakukan banding putusan pengadilan belum mempunyai putusan tetap dan belum Inkra dan meminta  tunggu putusan pengadilan dan kita hormati putusan pengadilan dan apapun putusan pengadilan kedepanya Pemprov.Sumsel akan  hormati itu. (Art). 

"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...