Loading...

Sabtu, 26 November 2016

loading...

Gubernur Jabar; Membantah Keras Adanya Konflik Lahan Pembangunan Bandara di Majalengka

    Sabtu, November 26, 2016   No comments

Dok/Ist; Warga Sukamulya Majalengka Menolak Penggusuran Untuk Pembangunan Bandara
BANDUNG-JABAR, SriwijayaAktual.com - Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan membantah keras adanya konflik terkait proses pengukuran lahan bandara di Majalengka. Aher menganggap konflik dalam pengukuran lahan merupakan hal yang biasa.

"Jadi kemarin itu hanya ngukur biasa. Dan itu sudah disetujui oleh 52 pemilik persil bahkan siap diganti untung oleh pemerintah. Namun ada penolakan yang katanya warga petani dari desa setempat, sehingga terjadilah bentrokan dengan petugas yang mengawal pengukuran lahan bagi landasaan sepanjang 3.000 meter," Kata Aher Sapan akrab Ahmad Heryawan di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Jumat (25/11/2016).

Aher juga melihat, adanya upaya penggiringan opini yang berbeda dari kondisi sebenarnya. "Memang ramai di viral sosmed, ya saya kira itu biasa. Namun jangan juga terus disudutkan seolah-olah yang salah pemerintah dan pemerintah belum bertemu dengan warga. Ini pemahaman yang salah, sejak 2013 lalu badan pengelolaan aset dan barang Provinsi Jabar sudah dilakukan berkali-kali pertemuan soal bandara di Majalengka tersebut, dan tak ada masalah," paparnya.


Menurut Gubernur Jabar ini, para pendemo yang menolak pengukuran diduga bukan berasal dari warga atau petani setempat. Meski demikian, Aher menyesalkan sampai terjadi bentrokan. "Jadi kalau pengawalan memang protap di lapangan," papar Aher.

Untuk saat ini Aher menilai proses pengukuran lahan runway sudah selesai dan tidak akan ada lagi pengukuran lanjutan. "Ditegaskan soal lahan Bandara Majalengka itu bukan konflik lahan, hanya ekses dari pengukuran tanah saja," paparnya.

Bahkan menurut Aher, pemerintah pusat meminta untuk segera menyelesaikan sisa lahan sepanjang 3.000 meter dulu. "3000 meter dulu diselesaikan, sisa untuk runway 2.000 meter akan dibahas bersama pemerintah pusat," pungkasnya.


Sebelumnya, sekitar 2.000 petugas gabungan kepolisian, TNI, dan Satuan Polisi Pamong Praja mengamankan pengukuran lahan perluasan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) oleh Badan Pertanahan Nasional di Desa Sukamulya, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Kamis, 17 November 2016.

Pengamanan dilakukan karena sempat terjadi aksi penolakan oleh warga. Warga melempari aparat menggunakan batu hingga menyebabkan satu polisi terluka. Polisi membalas dengan gas air mata agar warga menjauhi lokasi pengukuran.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Yusri Yunus membenarkan adanya penolakan sejumlah warga saat BPN melakukan pengukuran tanah BIJB. (*)


Sumber, rimanews

loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
loading...