Loading...

Minggu, 06 November 2016

loading...

Imam Besar FPI: Target Aksi Damai Kami Tetap Presiden RI Jokowi

    Minggu, November 06, 2016   No comments

Loading...
Imam Besar FPI  Rizieq Shihab usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi ahli dalam kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.


JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab menegaskan, FPI  beserta Gerakan Nasional Pembela Fatwa – Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) sejak awal telah berusaha untuk menggelar aksi damai di depan Istana Negara. Namun ia  tidak menduga apabila aksi damai tersebut  berakhir ricuh.

“Pukul 10.00 GNPF telah memberikan pesan bahwa ini adalah aksi damai dan harus menunjukkan akhlakul karimah. Target aksi damai kami telah ditetapkan ke Presiden Jokowi,” ujar Rizieq saat menggelar Konferensi Pers di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta Selatan Sabtu, (5/11/2016).

Rizieq menceritakan usai salat Jumat rombongan aksi damai melakukan long march dan tetap berjalan pada rute yang telah ditetapkan. Rizieq bertindak langsung sebagai pemimpin orasi massa. Namun saat sampai di Istana Negara harapan untuk menemui Presiden pupus karena Jokowi tidak ada di istana.

Baca Juga Ini; Saat Masa Aksi Bela Islam Kepung Istana Negara, Rupanya Ini Yang Diperbuat Ahok

Rizieq diterima oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. “Kami hanya pembawa pesan dan itu tidak bisa berubah. Kami ingin bertemu presiden untuk negosiasi. Hingga akhirnya kami bertemu Kapolda dan Pangdam, di mobil kami masih nego. Akhirnya kami bersedia diterima RI 2 (Jusuf Kalla) dengan catatan tidak berubah, tangkap Ahok,” ujarnya.

Rizieq membantah dalam melakukan aksi massa tersebut ditumpangi oleh kepentingan politik dari pihak lain. Karena orasi mereka tak lain hanya meminta Gubernur Inkumben Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk diproses secara hukum. “Khususnya dalam hal penistaan agama. Ini murni penegakan hukum, dan orangnya adalah Ahok.”

Rizieq menambahkan, meski belum terjadi kesepakatan negosiasi, ia mendapat pernyataan dari Jusuf Kalla bahwa Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersedia untuk memproses Ahok secara cepat dan transparan. Memang menurutnya waktu dua minggu seperti yang dijanjikan itu telalu lama. “Tapi ini akan kami kejar, dan kami tak akan berhenti untuk itu,” Tutupnya Rizieq. (tempo).


"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...