Loading...

Sabtu, 12 November 2016

loading...

Kakanwil Kemenag Sumsel Himbau Umat Islam Supaya Tidak Mudah Dipecah-Belah

    Sabtu, November 12, 2016   No comments

M. Alfajri Zabidi
PALEMBANG-SUMSEL, SriwijayaAktual.com – Terkait aksi unjuk rasa Gerakan Bela Islam Nasioanal,  4 November 2016 kemarin  di DKI Jakarta, umat Islam harus dapat belajar untuk bersatu serta tidak mudah dipecah-belah karena banyak pihak tidak bertanggung jawab yang berupaya memanfaatkan aksi unjuk rasa tersebut.

Ia menilai aksi unjuk rasa tersebut merupakan sebuah proses dalam dinamika masyarakat yang sebenarnya lebih memiliki muatan hukum dibandingkan unsur agama.
“Masyarakat meminta penegakan hukum secara tegas oleh pemerintah, kan sah saja sebagai bentuk penyampaian aspirasi atau freedom of speech,” ujarnya  Kakanwil Kemenag Sumsel M. Alfajri Zabidi saat dikonfirmasi,  Jumat (11/11/2016).

Lanjutnya, Alfajri, mengatakan, bahwa Kemenag Sumsel tidak dapat melarang sekitar 320 warga Sumsel yang ikut serta dalam aksi unjuk rasa di Jakarta tersebut. Namun demikian, pihaknya juga telah meminta kepada pengunjuk rasa agar tetap tertib dan tidak terprovokasi maupun melenceng dari tuntutan awal dalam menyampaikan aspirasinya.

“Sebelumnya telah kita himbau kepada seluruh ormas, tokoh agama, maupun tokoh masyarakat untuk menaati tujuh komitmen bersama, yang di antaranya adalah mempercayakan kepada aparat keamanan dan penegak hukum terkait jalannya peradilan tersebut,” jelasnya.

Selain itu, terkait beredarnya ajakan untuk aksi unjuk rasa susulan yang dinamakan "AKSI BELA ISLAM JILID III, menurutnya, pihak Kemenag Sumsel belum dapat memastikan bagaimana reaksi dari umat Islam di Sumsel. Namun untuk mengantisipasinya, Kemenag Sumsel telah mengeluarkan Surat Edaran melalui petugas penyuluh lapangan (PPL), petugas KUA, serta pegawai agama lainnya untuk tetap menjaga kondusifitas dan kerukunan agama di wilayahnya masing-masing.

“Ini sesuai instruksi Gubernur Sumsel yang saat ini sangat peduli dengan kerukunan umat beragama, terutama untuk mensukseskan pembangunan serta program pemerintah seperti Asian Games 2018,” ujarnya.

Dirinya juga berpesan kepada masyarakat untuk menjadikan tindakan Ahok sebagai pelajaran bersama agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan agama, kitab suci, maupun keimanan seseorang."Tandasnya Alfajri.

Seperti diketahui sebelumnya, aksi unjuk rasa 4 November 2016 kemarin,  merupakan bentuk protes masyarakat, umat Islam Indonesia  atas pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dinilai menistakan Surat Al Maidah ayat 51. (Red/MN).

loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
loading...