Loading...

Selasa, 01 November 2016

loading...

Kemendag Sebut, Impor Cangkul Legal

    Selasa, November 01, 2016   No comments

Loading...
Petani Mencangkul (Ist)


JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Tak hanya mengimpor bahan pangan seperti daging dan peralatan elektronik. Namun juga peralatan pertanian seperti cangkul.

Hal ini diakui oleh Kementerian Perdagangan yang mengatakan telah memberi izin impor produk alat pertanian untuk menyesuaikan kebutuhan dalam negeri. 

Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Doddy Edward menegaskan bahwa kegiatan impor tersebut adalah legal, namun menolak untuk memberikan rincian mengenai kebutuhan cangkul di Indonesia. 

Tetapi, dia menegaskan bahwa cangkul yang diimpor tersebut bukan barang jadi, namun setengah jadi karena harus melalui proses lainnya seperti pengecetan dan pemasangan kayu. 
Impor cangkul tersebut dilaksanakan oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia yang pertama mendatangkan cangkul pada tanggal 5 September lalu sebanyak satu kontainer penuh. 

Namun, General Manager PT PPI Aswardi dilansir oleh medanbisnisdaily.com mengatakan bahwa kebutuhan cangkul di seluruh Indonesia amat melimpah dari 40 hingga 50 kontainer, sehingga tak terpenuhi oleh produsen dalam negeri.  Dia lebih lanjut mengklaim cangkul-cangkul yang masuk selama ini ke Indonesia adalah cangkul ilegal. 

Menanggapi hal tersebut, Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan dan Keadilan memprotes keras praktik ini mengingat teknologi pembuatan cangkul yang sederhana. 
"Sulit rasanya berbicara persaingan ekonomi global yang lebih besar, jika untuk cangkul saja harus mengimpornya. Rasanya bangsa ini tidak kekurangan sumber daya manusia dan juga tidak kekurangan bahan baku untuk memproduksi cangkul," demikian pernyataan Humanika seperrti yang diterima Rimanews, kemarin (30/10/2016). 

Senada, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) juga menyayangkan tindakan pemerintah yang tak dianggap mengabaikan industri kecil dan menengah. 
Menurut Ketua YLKI Tulus Abadi mengatakan bahwa semua daerah mempunyai kemampuan untuk membuat cangkul. Persoalannya pemerintah menggampangkan lalu impor. Justru pemerintah tidak melihat pemberdayaan UKM. 

Praktik impor cangkul disinyalir telah dilakukan sejak lama yakni tahun 2002 ketika masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Industri Dagang Kecil dan Menengah Departemen Perdagangan saat itu, Marwoto kepada Tempo Interaktif
Dalam berita yang dilansir tanggal 27 Maret 2002 ini, dia mengatakan bahwa Indonesia mendatangkan sekitar 2 juta cangkul per tahun. (*). 


loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...