Loading...

Jumat, 04 November 2016

loading...

Pakar Hukum Pidana ini, Sebut Kasus Ahok Penuhi Unsur Pidana

    Jumat, November 04, 2016   No comments

(Istimewa)
JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Pernyataan calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menyinggung soal surat Al Maidah ayat 51 telah memenuhi unsur pidana penistaan agama seperti yang diatur dalam Pasal 156a KUHP. 

"Kalau polisi objektif, menurut saya unsur pidananya terpenuhi. Karena yang harus dinilai adalah kata-kata yang diucapkan Ahok bukan alasan-alasannya mengucapkan kata-kata," kata pakar hukum pidana Universitas Muhammadiyah Jakarta Chairul Huda, Kamis (3/11/2016).

Pasal 156a berbunyi, Dipidana dengan pidana penjara selama-lumanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan, 
a. yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia
b. dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apa pun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa.
 Menurut Chairul, ada tiga poin dalam pasal 156a KUHP, yakni menyatakan permusuhan, penyalahgunaan, dan penodaan alternatif. "Pernyataan Ahok mungkin tidak menyatakan permusuhan dan penyalahgunaan, tapi penodaan. Jadi polisi jangan terjebak," kata Chairul.

Dikatakan Chairul, sekarang ada dua hal yang harus menjadi perhatian polisi dalam mengusut kasus penistaan agama. Pertama, lihat apakah peristiwa yang dilaporkan itu benar terjadi atau tidak. Kedua, buktikan apakah benar ada penistaan agama atau tidak. "Sebab ini berkaitan dengan laporan-laporan berikutnya, termasuk yang Buni Yani," kata dia.


Polisi, kata dia, jangan berkutat pada persoalan latar belakang laporan. "Apakah si pelapor benci atau karena muatan politis itu sah-sah saja, orang bisa melaporkan. Ahok memang tidak berniat menghina atau menistakan agama tapi ada kata-kata yang memenuhi unsur pidana," katanya.
Pernyataan Ahok bahwa dia tidak berniat menghina, hanyalah alasan, dan tidak bisa dijadikan dasar polisi. "Sama saja orang mau mencuri kerbau tapi dia beralasan hanya memegang tali kerbau. Itu kan hanya alasan saja," kata Chairul. (*)


Sumber, rimanews

loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
loading...