Loading...

Selasa, 22 November 2016

loading...

Pengemplang Pajak Rp 2,3 Milyar an Ini, Hanya Divonis Enam Bulan Penjara, Penyidik Ditjen Pajak Sumbagsel Kecewa

    Selasa, November 22, 2016   No comments

Loading...
Direktur PT Felicia Tunas Persada (FTP)
Foto/Istimewa; Direktur PT Felicia Tunas Persada, Andrianz Nalendra, saat menjalani persidangan dengan agenda putusan di PN Klas 1A Khusus Palembang, Selasa (22/11/2016)

PALEMBANG-SUMSEL, SriwijayaAktual.com  – Meskipun  menyatakan bersalah telah melakukan tindak pidana perpajakan, namun majelis hakim yang diketuai oleh Wisnu Wicaksono menjatuhkan hukuman kepada Andrianz Nalendar dengan pidana selama 6 bulan  dengan masa pecobaan satu tahun. 
Didalam ruang persidangan terdakwa yang merupakan Direktur PT Felicia Tunas Persada (FTP), dengan style batik lengan pendek dan celana panjang warna hitam, nampak fokus duduk dikursi pesakitan PN Klas 1A Khusus Palembang, Selasa (22/11/2016), mendengarkan pembacaan amar putusan yang menyatakan diri terdakwa  secara sah dan meyakinkan bersalah, sebagaimana perbuatan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana penggelapan dana pajak sejak tahun 2010-2012 yang merugikan uang  negara sebesar Rp 2.349.821.914.
”Atas saksi dan bukti yang dihadirkan kepersidangan, maka majelis hakim menyimpulkan perbuatan terdakwa tebukti bersalah, sebagaimana diatur dalam pasal 39 ayat (1) UU RI NO 6 Tahun. 1983 sebagaimana telah diubah dengn UU No 28 Tahun 2007 dan telah diubah lagi dengan UU No 16 tahun 2009 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan Jo pasal 64 KUHP” tegas Wisnu.
Selain sanksi pidana, terdakwa juga diperintahkan majelis hakim untuk tetap menbayar  dana pajak sebesar Rp 2.349.821.914 yang memang seharusnya dibayarkan oleh PT FTP. Atas putusan ini majelis hakim memberikan kepada masing-masing pihak (penasehat hukum dan JPU) waktu selama 7 hari untuk menyatakan sikap.
Sementara itu, dua penasehat hukum terdakwa yakni Salim Gunawan dan Ahmad Hasan, saat diwawancarai awak media seusai persidangan, menerangkan bahwa pihaknya sudah cukup puas dengan putusan hakim, namun memang pihaknya masih pikir pikir apakah akan melakukan upaya hukum atau tidak.
”Kalau untuk uang pajak memang akan kami bayarkan, dan kami sudah cukup puas atas putusan hakim tadi.” jelas Salim Gunawan
Namun berbeda dengan pihak DJP Sumbagsel, melalui Kabid Pemeriksaan Penagihan Intelijen dan Penyidikannya, Ibrahim, menyatakan kecewa atau tidak puas dengan putusan hakim, karena putusan ini tidak akan memberikan efek jera kepada para pelaku pengemplang pajak.
”Pada intinya kami tetap menghormati putusan hakim, mungkin hakim ada pertimbangannya sendiri, namun kami tidak cukup puas dengan putusan hakim” ungkapnya, saat diwawancarai media.
Sebelumnya, dalam persidangan dengan agenda tuntutan terdakwa dituntut JPU Kejati Sumsel, Yunita, dengan pasal 39 ayat (1) UU RI No 6 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah dengan UU No 28 Tahun 2007 dan telah diubah lagi dengan UU No. 16 Tahun 2009 Tentang Ketetntuan umum dan Tata cara Perpajakan Jo Pasal 64 KUHP, dengan tuntutan pidana penjara  selama dua tahun dan enam bulan dn terdakwa juga dibebankan mebayara dua kali lipat dari pokok pajak sebesar Rp.2.349.821.914 sehingga menjadi  4.699.643.828,
Berdasarkan surat dakwaan penuntut umum terdakwa Andrianz Nalendra diduga tidak melaporkan PPN ke negara terhitung selama 2010 hingga 2012. Padahal dirinya sudah menerima setoran pajak berupa Penyerahan Jasa Kena Pajak.
Dari rekanan yang berstatuskan perusahaan-perusahaan BUMN seharusnya melaporkan dan membayar setoran itu ke negara. Namun, oleh Andrianz, diduga masuk ke rekening pribadi untuk ia pakai sendiri. (iir/Sumdead)

loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...