Loading...

Selasa, 01 November 2016

loading...

"Polemik Impor Cangkul", Setelah Impor Cangkul, Menperin: Industri Domestik Siap Produksi

    Selasa, November 01, 2016   No comments

(Ilustrasi)
JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Industri domestik siap untuk memenuhi kebutuhan cangkul yang mencapai 10 juta per tahun, kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjawab polemik tentang impor cangkul sebanyak 1 kontainer oleh pemerintah melalui PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, 5 September 2016 lalu. 

"Impor cangkul itu mendapat kritik keras dari masyarakat termasuk dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang menyayangkan tindakan pemerintah yang tak dianggap mengabaikan industri kecil dan menengah". 

Airlangga menyatakan, impor cangkul yang dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri itu jumlahnya jauh lebih sedikit daripada permintaan yang diklaim mencapai hingga 10 juta unit per tahun. 

“Cangkul sudah bisa diproduksi industri kita dan selama ini sebagian besar dihasilkan dari dalam negeri. Krakatau Steel sudah bisa produksi bahan bakunya, sedangkan Barata sudah bisa bikin cangkulnya, begitu pula Industri Kecil dan Menengah (IKM) kita, memang kemarin ada impor, tetapi jumlahnya sangat kecil yakni 86 ribu,” tutur Airlangga, seperti dilansir rimanews, Senin (31/10/2016).

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan izin impor tersebut hanya diberikan kepada perusahaan pemerintah atau BUMN. 
“Untuk tahun 2016, Kementerian Perdagangan memberikan izin impor kepada PT Perusahaan Perdagangan Indonesia pada bulan Juni 2016 dan berakhir pada Desember 2016,” jelasnya. 

Saat ini, Suryawirawan mengatakan Kemenperin dan Kemendag sedang menyiapkan skema penugasan kepada tiga BUMN untuk memenuhi kebutuhan cangkul nasional dengan melibatkan IKM. 

Sementara ketiga BUMN tersebut, yaitu PT Krakatau Steel, PT Boma Bisma Indra, dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), diminta untuk segera melaksanakan tugas dengan memaksimalkan peran IKM dalam memproduksi cangkul.

Putu menambahkan, industri besar di dalam negeri mampu memproduksi 700 ribu cangkul per tahun. Selain itu, terdapat 2 ribu IKM yang turut memproduksi cangkul dan tersebar di 12 sentra. 
"Koordinasi dengan Kemendag sangat erat. Ada proses enam bulan untuk menghitung dan memberikan izin impor. Itu dilakukan setelah mendapatkan rekomendasi dari Kemenperin dengan waktu dan jumlah yang ditentukan," paparnya.
 
Sedangkan, Kepala Badan Penelitian dan Pengkajian Industri (BPPI) Kemenperin Haris Munandar menyampaikan, industri dalam negeri saat ini mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan cangkul nasional yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). 

"SNI cangkul memang masih bersifat sukarela. Kami sudah punya standar mutu yang diterapkan kepada produsen cangkul di dalam negeri," jelasnya.

Sedangkan, Direktur Utama PT Krakatau Steel, Sukandar menyatakan siap untuk memproduksi bahan baku kepala cangkul berupa high carbon steel dalam memenuhi kebutuhan 10 juta unit cangkul per tahun.

"Kami memproduksinya di Cilegon. Memang membutuhkan proses pengerasan yang khusus," ujarnya. Sukandar menambahkan, perlu sebanyak 15 ribu ton high carbon steel untuk memproduksi 10 juta unit cangkul, di mana Krakatau Steel mampu memenuhinya.
Selain itu, Direktur Keuangan dan SDM PT Boma Bisma Indra Rahman Sadikin menyampaikan, pihaknya mampu memproduksi 700 ribu unit cangkul per tahun. Pabrik BBI seluas 1 hektare yang berlokasi di Pasuruan, Jawa Timur.

"Cangkul BBI sangat terkenal dengan kepala cangkulnya, yaitu cap mata. Kualitasnya sangat bagus. Kami memiliki lisensi dari Jerman untuk memproduksinya. Jadi, kami siap mendukung kebutuhan cangkul nasional," tuturnya.

Rahman juga mengatakan, perusahaan akan bekerja sama dengan Krakatau Steel untuk memenuhi bahan baku material cangkul yang dibutuhkan.

Direktur PT PPI Agus Andiyani menyampaikan perusahaannya siap mendukung pendistribusian cangkul produksi dalam negeri ke seluruh Indonesia, bahkan hingga ke luar negeri. 

"Kami memiliki 32 cabang distribusi. Bahkan jika cangkul siap untuk ekspor, kami juga dapat memfasilitasinya," ungkapnya. (*)


loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
loading...