GROBOGAN-JATENG, SriwijayaAktual.com  - Barisan Serbaguna (Banser) dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) akan menyerbu Jakarta untuk ingin membantu TNI dan Polri  dalam usaha menjaga keutuhan NKRI. Organisasi ini juga menyatakan dengan tegas menolak faham radikal yang akan merongrong keutuhan Indonesia.
 
“Siapapun yang akan berbuat makar dengan dalih jihad, Banser dan Ansor Grobogan siap menhadapinya bersama TNI dan Polri. Kita dengan tegas menolak keberadaan faham radikal berkembang di Indonesia. Untuk itu kita harus melawan dan bersatu menangkal faham yang bisa memecah belah NKRI, ” tegaskan Komandan Satkorcab Banser Grobogan M Sirajuddin, Selasa (22/11/2016).

Untuk rencana keberangkatan anggota Banser dan Ansor tersebut hingga kini masih menunggu intruksi dan akan terus berkoordinasi pengurus Jateng dan Pusat. Menurut Didin, panggilan akrab Sirajuddin, jika mencermati fenomena yang terjadi saat ini, ditengarai ada upaya yang dilakukan pihak tertentu untuk memecah belah NKRI dan kebhinnekaan dengan menumpang kasus Ahok, Gubernur DKI nonaktif. Hal itu harus selalu diwaspadai agar upaya pihak tertentu untuk merusak keutuhan NKRI tidak bisa berkembang."Tandasnya Didin. 


Selain itu, Ketua GP Ansor Kabupaten Grobogan Ahmad Fatoni, menambahkan, jumlah personel Banser dan Ansor Grobogan yang sudah berhasil terdata ada sekitar 1.700 orang. Mereka ini sudah diminta bersiap siaga jika tenaganya dibutuhkan setiap saat.  “Kita tinggal menunggu instruksi dari Jateng dan pusat. Kita akan merapatkan barisan untuk jihat menjaga NKRI dan pemerintahan yang sah. Kasus Ahok telah ditumpangi pihak lain, maka kita harus jihat melawan mereka untuk menjaga NKRI dan pemerintahan yang sah,” tegasnya. (*)


Source, krjogja