Loading...

Selasa, 08 November 2016

loading...

Sekjend PB HMI dan Empat Kader HMI Diciduk Polda Metro Jaya, Berikut Kronologisnya ... (Video)

    Selasa, November 08, 2016   No comments

Loading...
(Istimewa)
JAKARTA, SriwijayaAktual.com -  Sekjend  PB HMI beserta empat kader HMI lainnya ditangkap polisi pada Senin (7/11/2016) Malam dan Selasa (8/11/2016) dini hari terkait Aksi Bela Islam pada 4 November 2016 di depan istana Negara Jakarta.

Sehubungan dengan tindakan polisi yang dinilai sewanang-wenang itu jajaran PB HMI langsung menyiapkan kuasa hukum untuk mendampingi para kader tersebut selama menjalani proses hukum.

"Selain sekjen ada empat kader lainnya yang ditangkap polis dengan tempat yang berbeda-beda. Kita lagi menyiapkan tim hukum agar bisa mendampingi. Kami malam ini masih dipersulit oleh penyidik untuk bisa masuk ke dalam," kata Wabendum PB HMI Tegar Putuhena, seperti dilansir laman  Sayangi.com, Selasa (8/11) dini hari.

Tegar beserta puluhan fungsionaris PB HMI saat ini berada di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Mereka menyesalkan tindakan polisi yang menjemput paksa Sekjen HMI pada tengah malam.

"Ini udah kayak zaman PKI aja. Operasinya tengah malam. Alamat PB HMI kan jelas, mestinya pagi atau siang kan bisa," kata fungsionaris HMI lainnya.
Tengah Malam, Sekjen PB HMI Ditangkap Polisi
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Amijaya dikabarkan ditangkap polisi. Penangkapan ini dilakukan di Sekretariat PB HMI, Jalan Sultan Agung No. 25A, Jakarta Selatan, Selasa (8/11) dini hari.

Saat hendak melakukan penangkapan, sejumlah pengurus PB HMI sempat bersitegang dengan petugas kepolisian. HMI menganggap tindakan aparat telah menginjak-injak simbol organisasi.

"Ini enggak boleh kayak gini Bang, ini simbol organisasi kami. Bapak sudah menginjak-injak harga diri organisasi kami," kata salah satu pengurus PB HMI.

Ketua Umum PB HMI Mulyadi P Tamsir ikut mendampingi sekjennya saat dibawa menuju Polda Metro Jaya.
Petugas tidak menjelaskan perihal penangkapan ini. Namun diduga penangkapan ini terkait dengan aksi 4 November 2016 lalu. Dalam aksi tersebut, HMI dituduh sebagai provokator.

Namun tuduhan tersebut sudah berkali-kali dibantah oleh HMI. Bantahan ini juga diperkuat oleh organisasi lainnya, Pelajar Islam Indonesia (PII), Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), dan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI).


Kronologis Ketum dan Sekjen PB HMI Ditangkap Polisi Tengah Malam
Ketua Bidang Pembina Aparatur Organisasi Pengurus Besar Humpunan Hamasiswa Islam (Kabid PAO PB HMI), Hari Azwar memaparkan kronologis penangkapan Ketua Umum Mulyadi P. Tamsir dan Sekretaris Jendral Ami Jaya.
Hari Azwar Memberikan Keterangan Kronologis Penangkapanya
Hari menyebut, ada sekitar 30 an aparat kepolisian mendatangi Sekretariat PB HMI, Jalan Sultan Agung No 25a, Jakarta. Mereka tidak menggunakan seragam dan hanya membawa surat penangkapan.

Berikut kronologis penangkapan yang dipaparkan Hari Azwar, seperti dilansir Publik-News.com, Selasa (8/11/2016): 

Pukul 22.00, Ketum bersama Sekjen dan sebagian presidium melakukan rapat terbatas untuk menyikapi surat panggilan kepolisian terhadap ketum PB dan Ketum Cabang Jakarta Selatan.

Pukul 23.00, Ketua Umum mendapat info ada kader HMIi yang ditangkap.
Pukul 23.45, sejumlah polisi berpakaian sipil mendatangi sekretariat PB HMI, membawa surat penggeledahan dan surat penangkapan terhadap Sekretaris Jenderal/AmiJaya.

23.50, polisi-polisi tersebut menjelaskan kedatangannya dan sempat terjadi cekcok dengan salah satu pengurus karena sikap polisi yang tak beretika.

23.52, polisi akhirnya dipersilahkan untuk menemui Ketua Umum. Sempat terjadi perdebatan yang berujung pada perlakuan kasar kepada Ketua Umum, karena pihak polisi ngotot dan memaksa untuk melakukan penangkapan.

23.55, Ketua Umum diseret menuju mobil. Tapi mendapat perlawan dari pengurus yang hadir.

23.56, Ketum dilepaskan karena polisi ternyata keliru menganggap Ketum sebagai saudara Sekjend.

23.57, negoisasi terjadi antara PB HMI dan polisi. Akhirnya PB HMI menerima Sekjen untuk dibawa ke Polda dengan catatan, didampingi oleh Ketum dan pengurus. Serta tidak menggunakan mobil Polisi tapi menggunakan mobil PB HMI.

00.00, Sekjen bersama Ketum PB HMI  di bawa ke Polda Metro Jaya. (*).

Ini Videonya Hari Azwar Memberikan Keterangan Kronologis Penangkapnya:




Editor, Redaksi
"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...