Loading...

Rabu, 16 November 2016

loading...

Tragis!!! Kasihan ... Siswi SMP Ini, Selama 9 Tahun Jadi Budak Nafsu Bejat Ayah Tiri

    Rabu, November 16, 2016   No comments

Loading...
(Ilustrasi)

SUMENEP-JATIM, SriwijayaAktual.com - Perbuatan JP (32), warga Desa Parsanga, Kabupaten Sumenep, Provinsi JawaTimur (Jatim)  benar-benar bejat. Pria pengangguran ini selama 9 tahun menyetubuhi SL (15), anak tirinya yang sekarang duduk di bangku SMP.

Peristiwa tidak senonoh itu terbongkar saat korban pulang terlambat dan ketahuan nonton karnaval hari jadi Sumenep bersama teman prianya. Pelaku marah dan tiba-tiba seperti kalap. Pelaku kemudian menyiramkan bumbu rujak ke kepala korban.

"Waktu itu saya heran, kok suami saya sampai sehebat itu marahnya ke anak saya? Sepertinya suami saya cemburu karena anak saya nonton dengan pacarnya," kata ibu korban, Astrid (29), seperti dikutip dari laman beritajatim,  (16/11/2016).

Astrid kemudian membujuk anaknya untuk menceritakan, ada apa sebenarnya dengan ayahnya, hingga sampai semarah itu. Ternyata pengakuan SL benar-benar membuat Astrid 'shock'.

"Waktu suami saya keluar rumah, anak saya ini saya bujuk supaya mau cerita. Ternyata anak saya cerita kalau dia sering dipaksa melayani ayahnya. Dan itu terjadi sejak anak saya masih umur 6 tahun. Saya benar-benar kaget," ujarnya.

Astrid menikah dengan JP setelah ia bercerai dengan HM. Saat menikah dengan HM, Astrid masih berumur 12 tahun. Setahun berikutnya, Astrid melahirkan SL, dan bercerai tidak lama setelah anaknya lahir. Astrid kemudian menikah dengan JP saat SL berumur 4 tahun.

"Anak saya saat dipaksa melayani ayah tirinya ini selalu diancam. Katanya akan dibunuh, atau diberhentikan dari sekolah. Makanya anak saya ketakutan dan terpaksa melayani ayahnya," ucap Astrid.

Saat menceritakan semua perbuatan bejat ayahnya, SL menangis karena merasa sangat berdosa pada ibunya.

"Kata anak saya, dia sudah siap dibunuh, daripada terus menerus membohongi saya dan melakukan perbuatan dosa. Anak saya merasa sangat bersalah, apalagi selama ini saya yang banting tulang mencari nafkah untuk keluarga. Suami saya kan gak kerja," paparnya.

Dalam kondisi terpukul, Astrid kemudian melaporkan kasus pemerkosaan tersebut ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sumenep pada Senin (31/10/16). Dan keesokan harinya, (P2TP2A) mendampingi Astrid melaporkan kasus tersebut ke Polres Sumenep pada Selasa (01/11/16).

"Kasusnya sekarang ditangani Polres Sumenep. Korban sudah dimintakan visum ke rumah sakit daerah," kata koordinator pendamping korban dari P2TP2A. [*]

"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...