Kamis, 26 Januari 2017

GUIB Jatim Pastikan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab Tidak Hadir di Surabaya

    Kamis, Januari 26, 2017   No comments


SURABAYA-JATIM, SriwijayaAktual.com - Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jatim membantah informasi bahwa pihaknya mengundang Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab pada acara gerakan Sholat Shubuh Berjamaah dan Tabligh Akbar di Masjid Al-Falah Surabaya pada Sabtu, 28 Januari 2017.

"Yang kami undang itu adalah Gerakan Nasional Pendukung Fatwa (GNPF)-MUI sebanyak dua orang. Silakan yang datang siapa itu terserah GNPF-MUI. Yang sudah konformasi hadir adalah Ustadz Bachtiar Nasir. Satunya bisa Ustadz Munarman, Ustadz Zaitun atau lainnya. Yang pasti bukan Habib Rizieq yang hadir," tegas Sekjen GUIB Jatim Ustadz Yunus saat dikonfirmasi, Rabu (25/1/2017).

Mengapa Habib Rizieq nggak mungkin hadir di Surabaya? "Beliau pada hari yang sama ada kegiatan di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Saya malah heran kok sudah ada penolakan kedatangan Habib Rizieq di Surabaya. Padahal, beliau memang tidak konfirmasi hadir, bukan karena adanya penolakan," tukasnya.
Ustadz Yunus
Ustadz Yunus yang juga Sekretaris MUI Jatim ini menjelaskan, acara yang digagas GUIB Jatim bersama YDSF dan didukung Masjid Al Falah Surabaya serta Kajian Sang Pencerah (Muhammadiyah) ini dimulai sejak Jumat, 27 Januari 2017 malam hingga Sabtu, 28 Januari siang. Yakni, dilakukan sholat malam hingga menjelang Shubuh. Gong acara adalah Tabigh Akbar dari pukul 07.00 hingga pukul 12.00 yang dibuka dengan seni hadrah."Tandasnya.


Diberitakan sebelumnya, Polda Jatim mengimbau agar Imam Besar FPI yang juga tokoh GNPF-MUI Habib Rizieq membatalkan kendatangannya ke Surabaya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Barung Mangera menyatakan, pihaknya sudah membuat rencana pengamanan atas isu kegiatan tersebut. "Kami akan melakukan pengamanan baik untuk yang pro maupun yang kontra. Jumlah personil sedang disusun karena sifatnya insidentil, yang jelas kami akan libatkan Polrestabes, Brimob dan Polres wilayah sekitar Mojokerto dan sekitarnya," ujar Barung, Rabu (25/1/2017).

Barung menambahkan, alasan imbauan agar kelompok massa tersebut tidak datang adalah karena ormas di Jatim sudah menyatakan menolak ormas yang anti pancasila dan intoleran.

Kalaupun tetap hadir, kata Barung, pihaknya akan mengawal kegiatan itu. Hanya saja dia meminta panitia acara menyampaikan perihal kegiatan itu ke pihaknya. "Memang dalam aturan UU No 9 tahun 1998 tidak ada aturan kegiatan keagamaan untuk melapor. Tapi khusus kegiatan ini kami minta supaya dilaporkan," tambahnya.  (*)


Sumber, Beritajatim 
 
loading...
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner